Sama seperti air yang siap untuk diteguk itu harus dituangkan ke dalam gelas, lalu disodorkan kepada tamu. Demikian pula Tuhan selalu memerlukan hati yang layak dan bersih untuk menerima curahan berkat-Nya. Di titik inilah kadang kita memaksa Tuhan untuk mengabulkan doa, permohonan dan persembahan kita sementara gelas hati kita masih berlumuran kotoran darah kejahatan, kebencian, amarah, dendam, dan dosa.
Meskipun demikian, Tuhan selalu memikirkan kebaikan kita umat-Nya. Kabar Gembira bagi kita, karena Ia memberi jalan ke luar agar sebuah doa permohonan dan persembahan dapat berkenan di hadirat Tuhan. Ia berkata, “Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu” (Mat 5: 23-24).
Dengan firman-Nya, kita disadarkan, bahwa banyak di antara kita telah dan sedang memaksakan Tuhan untuk menerima berkat-Nya sementara kita sendiri tidak layak untuk menerimanya akibat salah dan dosa yang kita simpan di dalam hati dan pikiran kita.
Sungguh, Tuhan sedang menanti tempat hatimu yang bersih nan suci agar Ia dapat mencurahkan berkat-berkat-Nya untukmu.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

