“Tuhan melihat hati. Bahkan kami sering enggan untuk melihat sendiri dan introspeksi.”
Allah mengajar kami, bahwa yang mencemarkan hidup ini bukan terutama dari luar, melainkan dari dalam hati kami sendiri. Kami sering sibuk memperbaiki penampilan. Tapi lupa menyucikan hati.
Kami mengakui, ya, Allah, bahwa hati kami sering terluka, condong kepada diri sendiri, mudah dikuasai pikiran dan keinginan yang menjauhkan kami dari-Mu.
Engkau menegur kami bukan untuk mempermalukan, melainkan untuk menyembuhkan. Engkau tidak hanya meminta perubahan perilaku, tapi menawarkan pembaruan hati. Kami serahkan kepada-Mu pikiran yang gelap, niat yang tidak murni, dan luka batin yang belum kami akui.
Seperti Ratu dari negeri jauh yang datang mencari hikmat-Mu, kami datang, karena percaya: hikmat-Mu memberi hidup, dan kasih setia-Mu menyelamatkan. Kami mempercayakan jalan hidup kami kepada-Mu, ya Tuhan.
Seperti dikatakan Pemazmur, Engkaulah perlindungan dan keselamatan kami. Curahkan Roh Kudus-Mu ke dalam hati kami. Hancurkan pola dosa yang mengikat. Pulihkan gambar-Mu yang rusak di dalam diri kami.
Tuhan Yesus, Engkau wafat dan bangkit agar hati kami dibebaskan. Masuklah ke dalam batin kami, bersihkanlah dari hal yang mencemarkan, dan jadikan kami manusia baru.
Biarlah cahaya dari Hati Kudus Yesus menerangi, menyembuhkan,
dan membebaskan kami.
Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

