“Yesterday is a history, tommorrow is a misteri, today is a gift.” -Rio, Scj.
Gelas yang sama, kalau diisi air putih nilainya biasa saja. Jika diisinya dengan kopi mulai dihargai. Seandainya diisi minuman mahal harganya naik berkali-kali lipat, padahal gelasnya tetap sama. Nilai akan berubah bila isinya berbeda. Begitu juga dengan hidup kita.
Kita semua mempunyai wadah yang sama. Kita diciptakan sungguh amat baik adanya. Tuhan membekali kita dengan talenta, meski satu sama lain berbeda. Namun cara, dengan apa, dan bagaimana kita isi hidup kita, itulah yang membuat berbeda. Jika hidup, kesempatan, dan pikiran kita, diisi dengan keluhan hidup itu pasti rasanya pahit dan berat. Jika diisi dengan ilmu dan usaha, nilainya juga pasti beda. Bukan cuma berguna dan berdaya guna, tapi jadi inspirasi sesama.
Bila saat ini kita merasa hidup biasa saja, mungkin karena kita tidak mengisi dengan hal yang berguna. Mungkin juga kita masih mementingkan gengsi dan gaya. Mungkin juga kita maunya yang mudah-mudah saja, kemudian bukan hanya biasa, tapi akan susah. Bukan gelasnya yang salah, hidup yang salah, dan bukan pula ekspektasi yang salah, melainkan isinya.
Selama Tuhan masih memberi kesempatan, dan setiap kali memegang gelas, ingatlah kalimat “ini yesterday is a history, tommorrow is a misteri, today is a gift” – kemarin itu masa lalu, besok itu misteri, sekarang adalah anugerah. Beranilah melangkah. Sukses itu anugerah yang diawali dengan satu langkah. Yang membuat hidup bernilai bukan wadah, tapi isi.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

