1.
Ini jari telunjukku
Mana telunjukmu?
Aku angkat tangan dan acungkan jari telunjuk padamu
Aku katakan lantang pikiran pendapatku
Aku ekspresikan emosi perasaanku
Aku berani tunjukkan keyakinanku
Aku ungkapkan sanubari jiwaku
Kebenaran hanya milik pribadiku
sehingga kalian salah keliru
Dengar dan lihatlah aku …!
2.
Ini telunjukku
Mana telunjukmu?
Aku arahkan telunjuk padamu
dengan gagah berani menantangmu
Karena yakin akulah segala-galanya
Tiga jariku mengarah pada diriku
Jempolku menekan penuh percaya diri
Tangan yang lain kusimpan rapih
Entah di belakang badanku
Entah di dalam saku celanaku
Inilah diri pribadiku
Mana diri pribadimu?
3.
Aku tutup mata ragaku
dengan kebanggaan dan keyakinan diri
Aku gembok mata emosi rasaku
tak peduli apa perasaan kalian
Aku temboki mata pikiranku
karena percaya aku paling tahu
Aku kunci rapat mata nuraniku
karena nilai luhur hanya milikku
Aku selimuti tabir gelap pekat
agar kesucian sanubari jiwaku
tidak ternoda oleh penilaian kalian
Akulah sumber kebenaran mutlak
maka kuadili kesalahan dan kebodohanmu
Ini jari telunjukku
Mana jari telunjukmu?
4.
Ini jemari tanganku
Aku pemilik kebebasan mutlak
untuk berkata apa saja di layar sosial media
Tak peduli apa pikiran pendapatmu
Tak peduli bagaimana perasaan anda
Tak peduli harkat martabat kalian
Tak peduli suku bangsa dan adat budayamu
Aku bebas merdeka berkata
Aku berkuasa menunjuk dan menggunakan jemariku
Aku berhak menulis kehendakku di layar sosial media
Ini jari telunjukku
Mana jari telunjukmu?
5.
Ini zaman digital milenial
Aku proklamasikan kebebasan mutlak
Aku nyatakan kehebatan jemariku
Aku pastikan ini kebenaran sejati
Setiap pribadi bebas berkata dan berbuat apa saja
Ini zaman edan
dengan energi digital milenial
Siapa yang berani dan bebas
akan viral dan terkenal
Siapa yang nekad dan mau edan
akan bertahan dan kuasai dunia
Surgaku adalah dunia maya
Tuhanku iptek digital milenial
Tak peduli jari telunjuk kalian
apalagi pendapat dan penilaian anda
Proklamasikan saja jari tunjukmu
Mari kita berlomba jadi edan!

