Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Tatkala kita memutuskan untuk
tidak lagi bertumbuh, itulah kematian sejati.”
(Hamdan Hamedan)
Sebuah Petuah
Saya masih ingat akan sebuah petuah yang pernah dilontarkan oleh salah seorang pembimbing saya, bahwa “Kesalahan terbesar dari seorang manusia ialah ketika ia tidak mampu untuk mengembangkan aneka potensi di dalam dirinya,” demikian isi tuturan itu.
Dialog Bermakna antara si Bijak dan Muridnya
Sebatang pohon Saru berdiri tegak di tepi tebing terjal. Di belakangnya berdiri pohon-pohon Saru yang lain. Di depannya membentang samudra yang luas. Akarnya erat mencekeram tebing, sementara batangnya tinggi menjulang. Angin kencang bukan tantangan, terjangan ombak pun bukan hambatan, lukisan waktu bukan rintangan. 250 tahun ia telah hidup, 250 tahun ia tetap tumbuh.
Tatkala seorang bijak memandang pohon Saru itu, ia pun menangis tersedu-sedu, sementara muridnya meratap termangu. “Jadilah engkau seperti pohon Saru itu,” pesannya kepada muridnya.
“Apakah Guru menginginkan aku jadi pemimpin layaknya pohon Saru itu?” tanya murid itu bingung.
“Tidak.”
“Apakah Guru menginginkan aku jadi kokoh layaknya pohon Saru itu?”
“Tidak.”
“Lalu apa yang Guru inginkan dariku?”
“Apakah engkau melihat, bahwa pohon Saru itu tetap tumbuh meski tebing itu begitu rapuh?”
“Ya.”
“Tahukah engkau apa yang akan terjadi pada pohon Saru itu, apabila ia terus tumbuh?”
“Tebing bisa roboh, dan pohon Saru itu akan jatuh ke samudra.”
“Lalu mengapa menurutmu, ia bersikeras untuk bertumbuh?”
“Aku tidak tahu.”
“Apakah gunanya hidup kalau tidak tumbuh?”
(Berguru pada Saru)
Kehidupan manusia sudah merupakan sebuah dinamika yang terus bergerak dari saat ke saat. Banyak orang telah mati-matian berjuang untuk menumbuhkembangkan aneka potensi yang bercokol di dalam dirinya. Hal itu sudah merupakan sebuah idelisme yang patut diacungi jempol. Itulah sebuah keharusan bagi setiap orang demi kebahagiaan hidupnya. Bahkan dianggap berdosa orang yang tidak mampu mengembangkan aneka potensi di dalam dirinya. Sang kebijaksanaan pun berkata, bahwa “Tidak bertumbuh, itu berarti mati.”
Refleksi
Lewat Cara Hidup yang terus Bertumbuh Hal itu pun Bemakna bahwa,
- Seorang manusia akan mampu mencapai potensi diri secara maksimal.
- Seorang manusia mampu meningkatkan kualitas hidupnya.
- Hidupnya pun akan kian bahagia.
- Tentu ia pun akan berkontribusi lebih besar kepada masyarakatnya.
Maka,
“Mari teruslah bertumbuh dan berkembang!”
Kediri, 10 Februari 2026

