Ruang dimaksudkan di sini bukan sebuah tempat atau lokasi. Karena prinsipnya Tuhan tidak bisa dikondisikan ke dalam sebuah tempat. Sebaliknya, Tuhan berada di dalam ruang yang melingkupi dan menaungi kita. Ruang itu menandakan sebuah kehadiran dan keberadaan. Tuhan menyediakan ruang itu dan Dia sendiri berada di sana.
Raja Salomo dan umat Allah menaruh tabut perjanjian pada tempat berdiam yang sudah dibangun, namun Raja berseru, bahwa Tuhan akan tinggal di bumi selama-lamanya bersama umat-Nya. Ia menyertai, menemui, menjangkau, dan bergaul dengan setiap orang di segala tempat seperti yang dilakukan oleh Yesus Kristus. Ruang buat Tuhan adalah seluruh permukaan bumi ini, tempat semua manusia berdiam.
Ruang bagi Tuhan yang jaraknya paling jauh ialah kota-kota dan desa-desa seberapa pun jaraknya, yang memperlihatkan orang-orang berbondong-bondong datang menemui Yesus untuk mendapatkan kesembuhan dan penghiburan. Itu namanya ruang publik yang terbuka dan menjurus dengan jarak puluhan, bahkan ratusan kilometer.
Yesus mencapai sebuah tempat dan orang-orang mengenal-Nya. Mereka segera mendekati untuk menyalami dan berbicara, atau perkenalkan diri. Itu adalah ruang sosialnya Yesus. Pasti orang-orang bersorak gembira, karena bisa memandang Yesus dari dekat, melambaikan tangan, dan suara mereka dapat didengar oleh Yesus. Sebagian dari mereka mendapatkan sukacita dan penghiburan karena perjumpaan itu.
Mereka yang sakit, bahkan mencapai ruang pribadi dan ruang intim Yesus melalui jamahan tangan Tuhan atau mereka sendiri yang menjamah jumbai jubah Yesus. Di sini Yesus mengajarkan, kalau ‘the power of touch’ atau kekuatan menyentuh sangatlah penting untuk penguatan dan penyembuhan. Dalam menyentuh tidak ada jarak lagi yang tampak.
Itu adalah ruang tubuh kita yang mengizinkan kontak dan energi dari tubuh yang satu terserap oleh tubuh yang lain. Energinya Yesus masuk ke dalam orang-orang sakit dan mereka jadi sembuh. Hal ini adalah pelajaran amat berharga, yaitu ruang tubuh, pribadi, bahkan ruang sosial dan publik kita sangat instrumental untuk terjadinya kontak dengan orang lain. Tuntutan kedekatan dan kehadiran kita sangatlah penting, karena kita dapat berbagi ruang dari diri kita dan ini selalu jadi tanda penguatan dan pembaharuan hidup. Ini adalah cara kita menghadirkan ruang bagi Tuhan yang bekerja melalui kita.
“Ya, Yesus, mampukanlah kami untuk memanfaatkan semua kehadiran kami sebagai ungkapan cinta kasih. Amin.“
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

