1.
Kamu nggak penting saudara – saudari…
Entah jumlahmu lebih dari seribu
Hilang nyawamu diterjang bencana
dan keluargamu lara derita merana
Entah ke mana harus mengadu
Entah di mana melanjutkan sisa nafasmu
Entah sampai kapan terkapar tak berdaya
Air mata kalian hilang ditelan banjir lumpur
Suara kalian sirna diterbangkan angin badai
Karena…
Semua diselesaikan dengan kuasa dan strategi bisnis
Borok aib sumber bencana harus dihapus
Sosial media bisa dikendalikan informasinya
Masalah diatasi dengan kisah cerita bangga
karena harta senjata dan kuasa
masih jadi andalan adidaya
Entah ini salah siapa
Entah ini dosa siapa?
2.
Kamu nggak penting saudara – saudari…
Ketika ada banyak anak keracunan makanan
Saat ada anak sekolah tertabrak kendaraan pengantar makanan
Jika banjir merendam pemukiman dan jalan raya
Kalau korban bencana alam galau di tenda darurat
Ketika masyarakat tergusur tanahnya oleh perusahaan tambang dan perkebunan
Kalau banyak PHK dan demo para buruh
Saat kasus korupsi jadi budaya dan kebanggaan para pelaku
Semuanya membaur dan terus beranak pinak
Solusinya adalah “omon-omon dan tipu-tipu”
3.
Kamu nggak penting saudara – saudari…
Jika tidak mempunyai koneksi dengan pejabat
Kalau bukan keluarga para konglomerat
Jika bukan sahabat dan kolega para politisi
Jika tidak mempunyai laskar pasukan dan senjata
Jika suka melawan dan berontak membuka kejahatan demi hak publik
Jika bukan konten kreator yang viral dan banyak pendukung
Karena…
ini zaman digital milenial
Hukumnya adalah kata dan angka dengan energi algoritma
Kebenaran harkat martabat adalah kekuasaan, harta dan senjata
Kekuatan adalah uang dan kecanggihan iptek
Mungkin inilah fakta “tabolak balek” dan zaman edan
4.
Kamu nggak penting saudara – saudari…
Ukuran zaman adalah harta kekuasaan demi kenikmatan
agar kepuasan gengsi dan selera terpenuhi
Sumpah janji bisa direkayasa sebagai sandiwara
Keadilan dan demokrasi hanyalah khayalan orang miskin
Kemanusiaan dan HAM cuma istilah hiburan di panggung sinetron
Hukum alam dan lingkungan bisa diatur
Aturan dan kebijakan politik bisa dibayar
Perang pun bisa diciptakan demi keuntungan bisnis
Tidak ada surga dan neraka
karena semuanya hanya candu bagi orang miskin dan bodoh
Siapa yang kuat, dialah yang menang dan berkuasa
5.
Kamu nggak penting saudara – saudari…
Ini zaman digital milenial
menagih engkau harus gaul dan viral
ditambah lagi harus pandai menjilat
Harkat martabat diukur angka dan kata serta diatur dengan algoritma
Zaman terus pesat menjelma dan mengubah
manusia pindah ke dunia maya
Meskipun faktanya menghirup udara dan menginjak tanah
Kepentingan dan kebutuhan serba cepat
maka segala cara harus halal disikat
asalkan selera, gengsi dan kuasa bisa didapat
Nyawa gampang dijadikan sampah
jika dilihat tidak berfaedah
untuk hasilkan uang dan jadi konten sosmed
Sumber daya alam brutal dikuras
tak peduli ada masalah dan terus bencana
Mungkin inilah zaman edan
kreasi iptek digital milenial
Apakah benar “Tuhan sudah mati”

