Ada banyak kesaksian baik secara langsung maupun melalui media sosial tentang bahaya memakai hp atau telepon seluler saat sedang di-chas. Orang-orang saling memberikan peringatan untuk tidak menelepon atau beraktivitas dengan hp, ketika sedang di-chas. Katanya hp bisa terbakar atau meledak. Sudah ada banyak bukti tentang ini dan disebarkan secara viral untuk diperhatikan oleh banyak orang.
Maksudnya, hp itu harus dalam keadaan diam atau istirahat sehingga proses penambahan energi listrik ke dalam baterainya, tidak terganggu dengan penggunaan energi yang sama untuk proses komunikasi. Pertimbangan itu ada benarnya, karena baterai itu seperti gudang. Ia menerima dahulu energi, lalu nanti selesai baru ia menyalurkan ke luar untuk berbagai pemakaian. Ia bukan selang yang menerima dan langsung mengalirkan energinya.
Pengalaman chas energi secara rohani digambarkan oleh bacaan-bacaan kita pada hari ini. Raja Salomo mewariskan Kerajaan yang begitu besar dan kuat dari Bapaknya, Daud. Tapi ia berhenti sejenak untuk pergi ke bukit persembahan yang paling besar, namanya Gibeon. Di sana ia berdoa dan membuat persembahan kepada Allah. Sebagai jawabannya, ia mendapat kebijaksanaan dari Tuhan setelah ia disuruh untuk membuat satu permintaan yang terbaik bagi dia dan Kerajaannya. Sebuah energi baru akan membantu untuk suatu pekerjaan baru.
Yesus dan para Rasul menyempatkan suasana sepi untuk mereka sendiri dalam istirahat, berdoa, dan memperkuat persekutuan di antara mereka di tengah-tengah kesibukan pelayanan mereka terhadap begitu banyak orang. Namun kenyataannya orang banyak itu tidak surut keinginannya untuk mendengarkan dan mendapatkan penyembuhan dari Tuhan. Mereka mengikuti terus ke mana pun tempat menyepinya Yesus dan para Rasul. Setelah proses chas kembali energi itu, kekuatan dan semangat baru bangkit dengan passion, bela rasa, gerakan hati, kobaran semangat, yaitu “tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai Gembala.”
Chas energi yang baru atau menambah dan memperkuat yang sudah ada itu sangat penting untuk tugas selanjutnya, tantangan baru, perjuangan yang berkelanjutan, dan kesulitan-kesulitan yang bakal dihadapi. Kita memiliki saat-saat pemeriksaan batin, pengakuan dosa, Ekaristi harian dan Mingguan, puasa, rekoleksi, dan retret; semua ini adalah kesempatan chas kembali energi rohani. Ini bukan sekadar kegiatan-kegiatan rohani, karena nantinya menghasilkan orang-orang seperti selang: terima chas energi langsung menguap dan kel uar. Ini adalah cara kita mengisi gudang rohani kita, supaya pada saat-saatnya kita menyalurkannya dalam aneka kegunaannya.
“Ya, Yesus Kristus, perkuatkanlah kami dalam memberikan kesaksian yang benar tentang Dikau. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

