Calon Mantu โ 11 | Oleh Mas Redjo
Red-Joss.com – Terlambat itu lebih baik, ketimbang tidak berani untuk memulai. Karena semangat juang, bertekun, dan optimistis itu mampu mengubah yang lambat untuk jadi pemenang!
Hal itu yang saya amati dalam mendekatkan Bagas dengan Wen. Bagas yang idealis dan layaknya kuda sabana tanpa kendali. Sifatnya yang bohemian tapi jujur. Semua itu membuat Bagas mengesankan cuek, bahkan terkadang sifatnya sulit dimengerti.
“Males, Be! Wen, kalau diajak ngomong nggak nyambung,” komentar Bagas yang terakhir saya dengar, ketika saya menanyakan soal Wen.
Menurut Bagas, Wen kalau diajak berbincang kurang komunikatif. Namun, hal itu sekadar alasan Bagas. Ia pernah cerita, kalau Wen pernah menolak ajakan Bagas!
Hal itu dapat dimaklumi. Wen belum lama kenal Bagas. Seharusnya Bagas menjemput Wen, tidak ketemuan di suatu tempat. Bagas keliru, tidak semua gadis mau diajak kencan janjian! Karena hal itu mengesankan: gampangan!
Kini, setelah setahun berlalu sejak pertemuan di pesta pernikahan Martin, hubungan bisnis mempertemukan Bagas dan Wen kembali.
Dari nada bicara, gerak gerik, dan tatap mata Bagas, ketika menelpon Wen untuk membicarakan pekerjaan, saya melihat kegalauan di mata Bagas.
Selanjutnya di Calon Mantu – 11 | Wen Menolak Kencan Lewat Janjian

