Menyerahkan hidup ke dalam tangan Tuhan bukan berarti menyerah pada keadaan. Sebaliknya, ini adalah langkah aktif untuk memberikan ruang bagi rencana Tuhan yang sempurna terjadi dalam hidup kita, melampaui keterbatasan nalar manusia.
Tindakan ini disebut sebagai keberanian rohani. Seperti yang tertulis dalam Mazmur 31: 6, menyerahkan diri ke dalam tangan-Nya berarti percaya, bahwa Dia adalah pemegang kendali yang amanah. “Kedalam tangan-Mu kuserahkan hidupku.”
Menerima bagian dari diri yang ‘gelap’ atau tidak dipahami, lalu menitipkannya kepada Sang Pencipta adalah tanda, bahwa kita sudah berdamai dengan kemanusiaan diri sendiri. Kita tidak perlu memiliki semua jawaban untuk bisa merasa tenang; cukup tahu, bahwa kita berada di tangan yang tepat, entah kepada istri, suami, atau keluarga atau teman. Cara Tuhan memelihara kita.
Salam sehat.
Jlitheng

