“Ia memanggil kedua belas Rasul itu dan mengutus mereka berdua-dua” (Mrk 6: 7a).
Jadi pewarta sabda Allah itu bukan hanya tugas para rasul, melainkan juga panggilan bagi setiap orang Kristen. Yesus Kristus mengutus para murid-Nya untuk mewartakan Injil, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Ia mengutus mereka tidak sendirian, tapi berdua-dua. Hal ini mengandung makna, bahwa pewartaan sabda Allah hendaknya dilakukan bersama-sama dalam semangat communion atau persekutuan. Demikian pula kita, para pengikut-Nya, diutus bersama-sama untuk mewartakan sabda-Nya yang membawa sukacita penyelamatan.
Apakah jadi pewarta sabda Allah harus sama seperti para Rasul dua ribu tahun lalu, yang berkeliling dari kota ke kota, desa ke desa, untuk mewartakan Injil? Tentu saja tidak. Panggilan luhur ini dapat kita wujudkan mulai dari dalam diri kita sendiri, yaitu dengan jadi pelaku sabda Allah dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata kita dapat jadi teladan bagi sesama, khususnya bagi mereka yang ada di sekitar kita.
Jadilah pelaku sabda Allah dan pancarkanlah kasih-Nya kepada sesama!
Sr. M. Alisia, P. Karm
Kamis, 05 Februari 2026
1 Raj 2: 1-4.10-12 MT 1 Taw 29: 10-12 Mrk 6: 7-13
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

