Menjelang akhir hidupnya, Daud menasihati Salomo agar hidup setia di jalan Tuhan, menaati perintah dan ketetapan-Nya. Daud tidak mewariskan harta atau kekuasaan duniawi, tetapi ketaatan sebagai dasar kepemimpinan sejati (bdk. 1Raj. 2:1-4). Dalam Mazmur Tanggapan, kita diajak mengakui, bahwa segala kuasa, kemuliaan, dan kemenangan itu hanya milik Tuhan. Manusia hanyalah pelayan yang dipanggil untuk setia.
Yesus mengutus para murid berdua-dua untuk mewartakan Kerajaan Allah. Mereka tidak dibekali dengan kekuatan materi, tapi hanya tongkat, keberanian, dan kepercayaan kepada penyelenggaraan Allah (bdk. Mrk. 6:7-13). Tugas mereka bukan hanya berbicara, melainkan terutama menghadirkan kuasa Allah yang menyembuhkan dan membebaskan. Keberhasilan misi mereka tidak bergantung pada kecakapan pribadi, tapi pada kesetiaan dalam melaksanakan perutusan.
Kita juga diutus dalam kehidupan sehari-hari di rumah, tempat kerja, dan komunitas untuk membawa terang dan harapan. Kunci pewartaan itu bukan terletak pada status atau kemampuan, melainkan pada hati yang taat dan hidup yang sederhana. Dunia yang dipenuhi kesombongan, penindasan, dan ketimpangan membutuhkan saksi-saksi yang hidup dari kasih dan kebenaran Allah.
“Ya Tuhan, jadikanlah kami pewarta kasih-Mu yang setia dan rendah hati dalam kehidupan setiap hari. Amin.”
Ziarah Batin

