“FOPO – Fear of Other People’s Opinion.”
Seorang teolog John Wesley pernah mengatakan, “Kita tidak bisa melarang burung terbang di atas kepala kita, tapi kita bisa memastikan mereka tidak membuat sarang di atas kepala kita.” Dengan kata lain, John Wesley mau menegaskan, bahwa kita tidak bisa melarang orang membicarakan kita, tapi kita bisa memastikan perkataan, komentar, dan nyinyiran itu tidak bersarang di dalam pikiran dan perasaan kita.
Mari bermenung dari kisah kecil ini. Ada sepasang suami istri yang sedang berjalan menuntun seekor keledai. Mereka bertemu dengan orang pertama dan orang itu berkata, “Suami istri yang bodoh! Keledai bukannya ditumpangi malah dituntun.” Mendengar itu sang suami menyuruh istrinya yang menumpangi keledai itu.
Mereka pun bertemu dengan orang kedua, dan berkata, “Dasar istri durhaka.” Mendengar itu istrinya turun, lalu menyuruh sang suami yang menumpangi keledai itu.
Mereka pun bertemu dengan orang ketiga. Orang itu berkata, “Dasar suami yang sangat kejam.” Mendengar itu sang suami menyuruh istrinya menaiki keledai dan menumpanginya bersama-sama.
Mereka pun bertemu dengan orang keempat, dan berkata “Dasar suami istri nggak berperikehewanan, kasihan keledainya.” Akhirnya suami istri ini kembali menuntun keledai itu bersama-sama.
Kadang kita sibuk memikirkan kata orang, hidup sering dikendalikan omongan orang, parahnya lagi jadi baperan. Mengapa pusing memikirkan omongan orang, hidup ini kita yang menjalani, kita juga nggak minta makan mereka, kenapa mereka sibuk mengatur kita. Boleh mendengar kata bijak orang, tapi hidup bukan kata orang. Jalanilah hidup dengan langkah kaki sendiri, lukislah hidup ini pada kanvas kehidupan. Tulislah kisah hidup ini dengan kebaikan dan kebahagiaan.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

