Hai, anak-Ku yang baik hati
semoga engkau sehat waras jiwa raga
dan bisa melakukan saran-Ku pada surat yang terdahulu
Aku telah melihat usahamu
semoga engkau tekun tulus
Selalu berani kembali ke dalam dirimu
Temukan jawab hakiki pribadimu
Siapakah engkau dan mengapa terlahir ke dunia
Bagaimana harus ada dan menjadi
Apa yang engkau akan bawa pulang saat matimu
Anak-Ku yang terkasih
Jika tentang pribadimu engkau tak sayangi
Jika tentang hal luar biasa dalam dirimu juga tak kau sadari
Jika belum mampu berterima kasih pada dirimu
Jika tak tahu mencintai hidupmu
Bagaimana engkau mau mengenal sesama saudaramu
Bagaimana engkau mampu berterima kasih pada orangtuamu
Bagaimana bisa mengasihi saudaramu
Anda tidak dapat memberi kepada sesamamu
apa yang engkau tidak miliki
Lakukanlah apa yang terbaik kepada sesamamu
seperti apa yang engkau harapkan dari mereka
untuk diperbuat kepada dirimu
Renungkanlah dan jawablah bagi dirimu
Mungkin engkau akan bertemu kehadiran-Ku dalam diri sesama saudaramu
Anak-Ku yang baik
Kembali Aku ingatkan kepadamu
tentang hubungan dengan kedua orangtuamu
tentang hadirmu di antara saudara sekeluargamu
Tentang relasimu dengan keluarga besarmu
Tentang sesama yang berperan dalam kehidupanmu
Termasuk yang mengajarimu pengetahuan umum dan imanmu
Apakah tanpa sesama saudaramu itu
engkau bisa hidup dan berani menulis surat kepada-Ku
Sejatinya Aku tegaskan padamu
bahwa dalam diri mereka semua
apa pun itu keadaan mereka
dan bagaimana pun faktanya engkau alami
Aku hadir dan menopang kehidupanmu
Jika mereka yang nampak saja tidak engkau kenal
atau menyadari dan mampu berterima kasih
Bagaimana engkau mau mengenal Aku?
Anak-Ku yang terkasih
Sekali lagi perlu engkau camkan hal-hal ini
Pikiran-Ku bukanlah pikiranmu
Rencana-Ku bukanlah rencanamu
Engkau tercipta dan lahir ke dunia
bukan atas kehendak dan pilihanmu
Apalagi engkau ikut meminta dan memutuskan
Engkau terlahir dengan kemampuan pikiran terbatas
meskipun rindu dambamu bergelora
meskipun seleramu ingin tahu semua hal
Belajarlah rendah hati dan bijaksana
Pribadimu tidak hanya akal pikiran
tetapi ada hati nurani, roh, dan jiwamu
Engkau adalah ciptaan-Ku dan diberkati sebagai citra-Ku
Seringlah kembali ke dalam dirimu
kenalilah pribadimu dan berdoalah selalu
Hanya imanmu bisa menolong akal budimu
Salam dan berkat-Ku bagimu

