Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Honor est Praemium Virtutis”
“Kehormatan adalah Hadiah dari Keutamaan”
(Thomas Aquinas)
Kematangan Pribadi Menghadapi Gangguan
Pernahkan dalam hidup ini Anda menyaksikan seseorang yang sangat kokoh kepribadiannya? Sehingga dia tidak mudah diombang-ambingkan atau pun terpancing oleh suatu keadaan yang mengganggu kenyamanan hidupnya?
Semoga Refleksi Spiritual berikut ini dapat Menjadi Cermin dalam Hidup Anda
Menghadapi Ejekan
Bakar bin Abdullah Al-Mazni pernah diejek oleh seseorang. Makin lama ejekannya itu kian pedas, sampai-sampai para sahabat Al-Mazni menggelengkan kepala. Namun, Al-Mazni tetap kukuh tidak menghiraukan ejekan itu. Seorang sahabat kemudian bertanya, “Mengapa engkau diam saja menghadapi ejekan yang bertubi-tubi itu?”
“Aku tidak tahu sedikit pun kekurangannya, dan aku tak mau menuduhnya bersalah.”
“Bukankah kearifan dan kematangan seseorang akan tersirat dari sikapnya kala menghadapi orang bodoh?”
(Berguru pada Saru)
Misteri Kekuatan Person Menghadapi Gangguan Hidup
Dalam realitas hidup ini, kita lebih sering menghadapi gejolak pribadi yang ‘bersumbu pendek’ dan seketika akan meledak geram serta berapi-api reaksinya. Tidak ada setitik pun kesempatan baginya untuk bersikap diam dan mau menerima sebuah gangguan hidup dari seseorang. Reaksi ekstremnya ini seketika akan mengubah seluruh suasana kehidupan. Itulah keunikan dia.
Namun di sisi lain, ternyata ada juga figur yang justru sangat tenteram dan diam saja, seolah-olah tidak ada gangguan apa pun terhadap dirinya.
Hal itu yang yang tampak dalam diri Bakar bin Abdullah Al-Mazni. Ia diam menghadapi hinaan yang bertubi-tubi kepadanya. Bahkan sampai-sampai sahabat dekatnya sangat heran menyaksikan adegan yang sekonyol itu.
Faktor apa dan mengapa sampai seseorang dapat bersikap setenang dan sekalem itu?
Itulah “kearifan dan kematangan jiwa seseorang!”
Refleksi
Santo Thomas Aquinos berpendapat, bahwa hal itu menyangkut kualitas kedalaman dan kematangan diri pribadi seseorang.
Pribadi yang sudah setinggi itu biasanya akan memilki kualitas, seperti berani, disiplin, tegas, jujur, rendah hati, dan bijaksana.
“Sebuah kehormatan itu tidak dapat dipaksakan kepada siapa pun juga.”
Kediri, 3 Februari 2026

