“Ketika Yesus dipersembahkan kepada Allah, Surga menyentuh bumi dengan lembut.”
Sang Penebus dipersembahkan seolah perlu ditebus. Yang Mahakudus tunduk pada hukum. Bukan karena Allah menuntutnya, melainkan karena kasih memilih kerendahan hati.
Maria dan Yusuf datang ke Bait Allah sebagai hamba yang setia. Mereka membawa persembahan orang kecil dan dua ekor burung. Tapi Allah memberi mereka jauh lebih besar: peneguhan, bahwa Anak mereka adalah keselamatan dunia. Dalam pelukan mereka ada penggenapan seluruh janji Allah.
Mereka mempersembahkan yang kecil. Allah menyatakan yang kekal.
Seperti nubuat Nabi Maleakhi, Tuhan datang ke bait-Nya secara tiba-tiba. Bukan dengan kuasa yang menakutkan, melainkan dalam kelemahan manusia.
Mazmur berseru: “Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang!” Hari ini, gerbang itu terbuka. Bukan bagi raja dunia, melainkan bagi seorang Anak dalam pelukan orangtua-Nya.
Hanya sedikit yang mengenali-Nya.
Simeon, yang menantikan dengan harapan. Hana, yang menantikan dengan doa.
Mereka mengajarkan kami, bahwa Allah dikenali oleh hati yang setia menunggu, oleh jiwa yang diasah oleh kepercayaan dan ketekunan.
Dalam peristiwa ini, Allah bukan hanya memulihkan kehadiran-Nya, melainkan Ia mempersembahkan Putra-Nya yang menjadi awal dari penyerahan diri dan akan mencapai puncaknya di Salib.
Maria dan Yusuf tidak menggenggam Yesus bagi diri mereka sendiri. Tapi membiarkan Dia dipegang oleh orang lain. Mereka mendengarkan nubuat tentang penderitaan dan tetap melangkah dalam iman.
Ajarlah kami kebebasan yang sama, Tuhan. Kebebasan untuk mempersembahkan tanpa menguasai. Untuk taat tanpa harus memahami segalanya. Untuk percaya, bahwa ketaatan yang tampak biasa itu dapat jadi tempat perjumpaan Surga dan bumi.
Seperti Engkau hadir kepada kami dalam Sakramen; melalui air, kata-kata, Tubuh, dan Darah— jangan biarkan kami melewatkan mukjizat yang tersembunyi dalam kesetiaan sehari-hari.
Maria dan Yusuf menaruh Yesus ke dalam tangan kami. Engkau bertanya kepada kami: Maukah engkau mempercayakan Dia kembali kepada-Ku?
Tuhan Yesus, kami serahkan diri kami dan percayakan semua masalah kami kepada-Mu. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

