Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
Red-Joss.com – Saya masih sangat ingat akan peristiwa kecil ini. Pernah, saya menyusun sebuah teks drama kecil.
Drama itu, mendeskripsikan kisah kesengsaraan Yesus Kristus.
Di dalamnya, saya mencoba melukiskan karakter para tokohnya secara sangat fantastis.
Saat pemilihan “peran tokoh cerita” adalah peristiwa paling berkesan bagi saya.
Saat pemilihan pemeran tokoh Yudas-lah yang paling mengesankan dan mengajak saya untuk berinstrospeksi diri.
Mengapa? Karena, kepada sejumlah aktor kecil, kurang lebih 12 murid dari kelas 4 hingga kelas 6, SDK Frater Xaverius 2, Palembang, Sumsel (1983-1984), tidak seorang murid pun yang bersedia melakoni peran tokoh Yudas.
“Siapa yang mau memerankan tokoh Yesus?”
“Siapa yang mau memerankan tokoh Serdadu Romawi?”
“Siapa yang mau memerankan tokoh Petrus?”
Semua murid sangat antusias menerima peran-peran tokoh itu.
Mengapa kalian tidak mau memerankan tokoh Yudas?
Inilah jawaban anak-anak kecil berstatus sekolah dasar itu.
“Nanti, diolok teman.”
“Takut mengikuti sifat Yudas.” “Nanti, dimarahi ibu saya.”
Sungguh mengejutkan jawaban-jawaban ini, karena saya tidak menduga bahwa murid akan bersikap demikian terhadap tokoh Yudas.
Ternyata, mereka memiliki sejumlah alasan.
Saudara, peristiwa ini adalah sebuah fakta, walaupun sudah jauh berlalu.
Ternyata, bagi saya, lewat fakta ini, terselip pesan-pesan sprititual yang sungguh mendalam. Bidang hati anak-anak ini memang kecil, namun tersimpan kekayaan seluas samudera biru.
Lewat fakta ini, juga terselip amanat “kejujuran,” bahwa mereka ingin diakui sebagai orang baik. Ini pun sebuah eksistensi positif, bahwa anak kecil pun sudah memiliki kalkulasi akan pentingnya nilai etika serta keberadaban.
Risih, jika dicap jahat. Galau, andaikan dituding sebagai pengkhianat. Resah, jika dijauhi teman.
Bagaimana reaksi kita kaum dewasa atas fakta ini?
Orang bijaksana mengatakan, “Akulah Yudas itu.”
Orang sombong akan mengatakan, “Kamu itu, si Yudas.”
Namun, mungkin saja, Yesus akan mengatakan, “Aku pun datang untuk Yudas juga, walaupun dia toh, akhirnya, mau rela menggantung dirinya.”
…
Kediri, 11ย Februariย 2023

