“Supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah” (1 Kor 1: 29).
Sehebat apa pun manusia, bahkan yang paling jenius sekalipun, tetap hanyalah makhluk ciptaan; ia tidak akan pernah melebihi Sang Pencipta. Namun, kenyataan ini sering kali dilupakan oleh manusia, khususnya manusia modern pada zaman ini, yang sering kali menganggap dirinya hebat, kuat, dan mampu melakukan segalanya. Akibatnya, mereka merasa tidak lagi membutuhkan Tuhan, bahkan menjadikan dirinya sebagai ‘tuhan’ atas hidupnya. Padahal, segala sesuatu adalah karunia dan anugerah dari Tuhan. Dialah Sang Pemberi kehidupan. Karena itu, manusia tidak patut bermegah di hadapan Allah.
Melalui suratnya kepada Jemaat di Korintus, Santo Paulus mengingatkan kita, bahwa Allah tidak pernah memandang manusia berdasarkan harta, kekayaan, atau kemampuan. Allah mengasihi manusia, pertama-tama, karena Ia adalah Kasih, sehingga “Ia membenarkan dan menebus kita” (1 Kor 1: 30), dan oleh kasih-Nya, kita jadi orang yang berbahagia. Kebahagiaan sejati itu bukan karena kita memiliki segalanya atau mampu melakukan segalanya, melainkan ketika kita hadir di hadapan Allah dengan tangan kosong dan membiarkan diri dicintai oleh-Nya.
Sr. M. Valentina, P. Karm
Minggu, 01 Februari 2026
Zef 2:3; 3:12-13 Mzm 146:1.7-10 1Kor 1:26-31 ; Mat 5:1-12
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

