Ya, Allah Tuhanku
Terpujilah keagungan-Mu
Terpujilah misteri dan ajaib-Mu
di hadapan diriku yang hina dina ini
karena hanya sebutir debu tanah
di pelataran alam semesta ciptaan-Mu
Kembali aku datang dengan tanya
meskipun sadari keterbatasan bahasaku
Apalagi Engkau Maha Melihat
Apalagi Engkau Maha Tahu
Namun,
kuyakin kehadiran-Mu dalam diriku
yang membuat aku berani menulis pada-Mu
meskipun dengan kebodohan dan ketololanku
Ampuni aku, ya, Allahku
Ya, Allah Tuhanku
Kehidupan kami semakin tak adil dan damai
penuh galau dan lara derita
Apakah ini misteri kehendak-Mu
Mengapa segelintir pelaku kejahatan seperti terlindungi
dan mereka terus berpesta pora dengan kejahatan
sedangkan kebanyakan manusia lara menderita
Apakah mereka terlahir untuk jadi korban kejahatan sesama
Apakah Engkau Maha Melihat dan Maha Mengetahui
Adakah Engkau Maha Bijaksana dan Maha Kudus
Apakah air mata, lara derita dan doa para korban tidak terdengar dan terlihat oleh-Mu Sang Maha Melihat dan Maha Mengetahui?
Ya, Allah
Engkau Sang Maha Tanya
Engkau Sang Maha Misteri
Maka
sekali lagi mohon maaf dan ampun-Mu
atas tanya kebodohanku dan gugatan ketololanku
Aku yakin dan percaya
Pasti Engkau tersenyum dan merasa lucu
ketika membaca suratku ini
Pikiran kami manusia terbatas
maka tak mungkin paham semua pengalaman kami
Pribadi kami miskin terbatas
maka tak mungkin kenali diri sempurna
Apalagi mengetahui sesama dan alam semesta
Selera rindu dambaku tidak terbatas
untuk memahami segala fakta kehidupan
di tengah sesama dan alam semesta
Ya, Allah Tuhanku,
Tolong terangi jiwa ragaku
dengan kuasa rahmat kasih-Mu
agar mampu mengalahkan selera dan pikiran
agar sadar dan rendah hati
menata nurani dan jiwa sanubari
Mampu beriman sahaja pada Kuasa cinta-Mu
dan berserah pada rencana kehendak-Mu
meskipun tidak pernah akan mengerti tuntas
Siapakah diri pribadiku
Siapakah sesama saudaraku
Apa dan siapa alam semesta
Apalagi
tentang apa dan siapa Engkau, ya, Allah

