Ya, Allah
Engkau Sang Maha Nama
Engkau Maha Pencipta semesta
Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Engkau Maha Kuasa dan Maha Bijaksana
Engkau Maha Kudus dan Maha Suci
Engkau Maha Melihat dan Maha Mengetahui
Engkau Maha Adil dan Maha Rahim
dan masih banyak nama lain yang diberikan
oleh tradisi bahasa kami manusia
Entah karena kehendak-Mu yang mengajarkan
Entah karena kagum dan gentarnya kami manusia
Entah karena terpesona dan bingungnya kami berbahasa
Aku sujud mohon maaf dan ampun-Mu
karena menulis surat kali ini
penuh tanya dan gugatan konyol
Atas pengalaman hidup yang terjadi
Dalam ajaran leluhur dan agama
kami diberitahu bahwa
kami manusia berasal dari alam semesta
dan tercipta dari debu tanah
Dan
faktanya bahwa kami tergantung mutlak dengan alam raya ini
Sekarang di zaman digital hasil kreasi
kami manusia jumlahnya meledak bertambah
Namun sumber daya alam ini
terbatas dan berkurang kualitasnya
Ya, Allah Maha Kasih
Ke mana nasib generasi anak cucu kami
Mengapa banyak bencana merenggut korban orang sederhana
Apakah memang terlahir untuk jadi korban kejahatan segelintir manusia
Karena mereka mempunyai kuasa dan jabatan
Karena mereka memiliki aneka senjata
Karena menguasai uang dan harta kekayaan
Apakah ini bukti kehendak-Mu
sebagai Allah Maha Kuasa, Maha Adil dan Maha Pengasih?
Di tengah kemajuan ilmu dan teknologi canggih ini
Sumber daya alam dikuras para pemilik modal
dengan penuh kerakusan dan kesombongan
Para pemilik kuasa kebanyak kejam dan bertindak sewenang-wenang
Kejahatan meraja lela dalam aneka bentuk
Tetapi…
yang menderita dan jadi korban
adalah masyarakat kecil dan sederhana
Kemiskinan, perang dan aneka masalah sosial mendera
Entah ke mana harus bertanya
Entah sampai
kapan bertanya dan mendapat jawabannya
Entah berharap kepada siapa?
Jawablah aku, ya, Allahku

