“Tetapi, apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan jadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar” (Mrk 4: 32a).
Yesus kembali memberikan sebuah perumpamaan, yaitu tentang biji sesawi. Kita tahu, bahwa biji sesawi itu merupakan biji yang sangat kecil dibandingkan dengan berbagai jenis biji lainnya. Biji sesawi ini jadi gambaran dari iman kita.
Yesus mengajak kita untuk kembali melihat ke dalam hati kita: Apakah kita sudah mampu mempertahankan, memupuk, merawat, dan memelihara biji sesawi (iman) itu dalam hidup kita? Apakah setiap saat kita makin bertumbuh dan berkembang di dalam iman kita? Apakah kita sudah memberikan dan mengorbankan diri ini untuk orang lain? Sudah seberapa besar kita melayani Tuhan melalui orang-orang yang ada di sekitar kita?
Marilah di dalam peziarahan hidup di dunia ini, kita mau makin menjadikan diri kita sebagai alat-alat kecil di tangan Tuhan, membawa orang lain kepada pengenalan akan Yesus Kristus secara lebih baik, dan terus berusaha serta berjuang terus untuk meningkatkan dan mempertahankan iman kita kepada Tuhan.
Sr. M. Callista, P. Karm
Jumat, 30 Januari 2026
2 Sam 11: 1-10.13-17 Mzm 51: 3-7.10-11; Mrk 4: 26-34
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

