Pada zaman Yesus, belum ada listrik. Orang-orang memakai pelita atau obor untuk penerangan di rumah dan di perjalanan. Tapi pada zaman kita, pelita hampir tidak digunakan, karena listrik sudah jadi penerangan bagi penduduk bumi pada saat ini. Penyebutan pelita di dalam Kitab Suci dan ajaran Tuhan Yesus tetap relevan dengan kita saat ini, yaitu lebih memberikan penekanan pada pesan rohaninya.
Dalam suasana gelap, karena listrik mati, orang-orang bergantung pada penerangan yang ada di tangan mereka. Misalnya hp, tablet, atau lampu senter. Jika tidak ada satu pun alat-alat listrik-elektronik yang tersedia, salah satu penerangan yang diandalkan ialah pelita. Lilin yang dibakar, obor minyak tanah, atau pembakaran kayu dapat disejajarkan dengan lampu pelita yang dengan mudah disediakan di rumah-rumah.
Tuhan Yesus memakai simbol cahaya pelita untuk mengajarkan kita tentang peran setiap orang beriman sebagai lampu yang memiliki nyala apinya. Roh Kudus yang ada pada kita sejak pembaptisan selalu menyalakan api-Nya, sehingga pikiran kita terbuka kepada firman yang disampaikan kepada kita dan berelasi dengan semua kenyataan hidup yang kita alami. Api Roh Kudus juga membakar dan menyemangati hati kita, sehingga kita senantiasa memiliki pengharapan setiap kali ada kesulitan, kesedihan, dan sakit.
Setiap orang memiliki pelita dan api di dalam pribadi, karena Tuhan bermaksud untuk menjadikan mereka sebagai rekan kerja-Nya. Para pengikut Kristus secara sah mengambil bagian dalam perutusan Yesus Kristus. Mereka adalah rekan kerja Tuhan di dalam dunia ini. Fungsi pelita atau api di dalam diri setiap orang yang diutus oleh Tuhan pada umumnya ada dua, yaitu sebagai penerang jalan kepada Tuhan dan penerang kehidupan di dalam dunia.
Jalan kepada Tuhan tidak selalu mulus dan gampang. Yesus sendiri mengatakan, bahwa jalannya sangat sempit. Raja Daud sendiri membutuhkan terang Ilahi supaya dapat mengerti dan menjalani kepercayaan Allah kepadanya. Perjalanan hidup yang panjang sering dihalangi oleh aneka bentuk kegelapan. Maka pelita di dalam diri setiap orang sangat berguna dalam menerangi dan membimbing diri ini, bahwa jalan kepada Tuhan adalah jalan Yesus Kristus.
Dunia dengan segala keadaannya sering jadi gelap, karena segala kekurangannya seperti kebodohan, diskriminasi, kebohongan, kekerasan dan kematian. Perutusan kita sebagai pengikut Kristus mewajibkan kita jadi pelita dengan cahaya yang menerangi, membimbing, dan mencerahkan dunia ini. Semoga pelita kita tetap bernyala sampai hidup kita di dunia ini berakhir.
“Ya, Yesus, penuhilah selalu diri kami dengan terang Roh-Mu agar kami semakin mantap jadi saksi-saksi-Mu bagi kebaikan dan keselamatan di dunia ini. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

