“Terang yang diterima dari Tuhan untuk dibagikan melalui perbuatan kasih.”
Yesus berbicara tentang terang. Terang yang menerangi, mengungkapkan, dan mengubah hidup.
Terang itu membawa kejelasan dan pengharapan, tapi juga bisa juga mengguncang. Ketika terang Kristus menyinari hati kami, tidak ada yang tersembunyi: kebaikan kami tampak, juga luka, kelemahan, dan kebutuhan kami akan rahmat.
Terang ini bukan untuk mempermalukan, melainkan untuk menyembuhkan. Allah tidak memanggil kami untuk bersembunyi, tapi untuk datang dan membiarkan diri ini diperbarui oleh kebenaran dan kasih-Nya.
Daud berdiri di hadapan-Nya dengan hati yang rendah dan penuh syukur. Ia menyadari, bahwa semua yang ia miliki bukan hasil usahanya semata, melainkan anugerah dan kesetiaan-Nya. Mazmur juga menegaskan, bahwa Ia setia memilih dan tinggal bersama umat-Nya.
Demikian pula, ya, Bapa, Engkau berkenan tinggal dalam diri kami dan mempercayakan terang Kristus kepada kami. Bukan untuk kami simpan sendiri, melainlan untuk kami nyatakan dalam hidup.
Yesus mengingatkan, bahwa pelita tidak diletakkan di bawah gantang. Sabda-Mu adalah pelita bagi langkah kami, tapi hanya akan menuntun, bila kami sungguh mendengarkan dan melakukannya.
“Ukuran yang kamu pakai akan diukurkan kepadamu.”
Bapa ajarilah kami mengukur dengan kemurahan hati: dalam kesabaran, pengampunan, dan kepedulian. Makin kami berbagi, kian terang-Mu bertumbuh dalam diri kami.
Hidup kami bukan hanya untuk diri sendiri. Kami dipanggil jadi terang bagi sesama, agar melalui perbuatan kasih yang sederhana, orang lain menemukan harapan, penghiburan, dan arah.
Terima kasih, ya Tuhan, karena Engkau mempercayakan terang ini kepada kami. Berilah kami keberanian untuk membiarkannya bersinar, kerendahan hati untuk mendengarkan, dan kemurahan hati untuk berbagi.
“Yesus, Terang Dunia, bersinarlah melalui hidup kami. Amin.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

