Dalam perumpamaan tentang penabur, Yesus mengajarkan kepada kita perihal, bagaimana menata hati di hadapan tawaran Allah. Rahmat berupa Sabda-Nya terus diberikan kepada kita, sementara dari pihak kita, usaha dan kerja keras mesti jadi pilihan utama agar benih Sabda itu berbuah baik. Sebab dalam menangapi rahmat Allah, ada beberapa sifat khas yang dapat muncul; ada yang menolak; ragu-ragu; ada yang menerima, tapi kurang yakin; dan ada yang menerima dengan baik, lalu merenungkan, memelihara, dan melaksanakan kepercayaan itu sebaik-baiknya sehingga membuahkan hasil yang berlipat ganda.
Rahmat Tuhan selalu ditawarkan kepada setiap orang, kendati sering kali tanggapan kita berbeda-beda. Meskipun demikian, Allah tidak bosan menawarkan rahmat keselamatan bagi kita. Sebaiknya kita perlu membuka pintu hati untuk menanggapi tawaran Allah dengan tulus dan bijak.
Santo Tomas Aquinas adalah pujangga Gereja yang termasyur. Ia dikenang, karena kegigihannya dalam menanggapi rahmat berupa Sabda Allah dalam Kitab Suci serta ajaran inti Kristiani yang dipelajari dan diajarkannya. Ia bertindak sebagai pelayan dan guru demi mempertahankan keutuhan teologi Gereja.
Semoga kita juga gigih dalam menanggapi rahmat Allah dan terus kreatif dalam mewartakannya di tengah dunia.
“Ya, Tuhan, utuslah Roh Kebijaksanaan-Mu ke dalam diri kami. Amin. “
Ziarah Batin

