“Sebab kasih setia-Mu besar sampai ke langit, dan kebenaran-Mu sampai ke awan-awan” (Mzm 57: 11).
Kepercayaan Daud kepada Tuhan menyelamatkan Saul dari kematian. la merasa tidak perlu membunuh Saul demi melindungi dirinya sendiri. Daud sungguh percaya, bahwa pemeliharaan Tuhan cukup untuk menjaga hidupnya.
Sering kali, kita terdorong untuk membalas dendam atau melawan mereka yang menyakiti. Kita ingin membela diri dan membuktikan, bahwa kita tidak bersalah, bahkan kadang kita ingin agar mereka merasakan luka yang sama.
Kisah Daud mengajarkan pada kita sesuatu yang jauh lebih mulia. Ia tidak melihat Saul sebagai musuh yang mengancam nyawanya, tapi sebagai seseorang yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, sehingga ia dapat memilih jalan yang tidak biasa: tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan membalasnya dengan kebaikan dan pengampunan.
Mari kita belajar dari Daud. Meski ada orang yang telah melukai kita dengan kata-kata, perbuatan, atau bahkan pengkhianatan. Tapi ingatlah, ada cara yang lebih baik untuk menghadapi kejahatan itu, yakni dengan kasih.
Percayakan hidup kita sepenuhnya pada Tuhan. Dia yang memelihara Daud, juga sanggup memelihara kita. Tidak perlu khawatir. Tuhan tahu segalanya termasuk hati kita.
Herlin
Jumat, 23 Januari 2026
1 Sam 24: 3-21 Mzm 57: 2-4.6.11 Mrk 3: 13-19
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

