1.
Janganlah…
Janganlah…
kau coba berkata benci
Karena angin tak ada rumahnya
Janganlah…
kau selalu berkata cinta
karena aku tak tahu
dan kau tak perlu
Janganlah…
kau selalu marah padaku
karena air samudra pasti asin dan berombak
Janganlah…
kau katakan suka atau duka
Karena selalu ada siang dan malam
2.
Senja yang Horor
Pada garis batas senja
Ribuan sosok wajah terkapar
penuh luka dan darah
Setelah tertusuk panah terik
dan digilas roda ganas waktu
Merana galau mengapa tak tahu
tersiram debu terhimpit batu
Tak ada yang mau membantu
Jutaan telapak tangan tajam kuku
Jemarinya merobek dada samudra
lari berhamburan menerjang senja
Telapak raksasa dari angkasa
derap bergemuruh menginjak cahaya
agar kisah cerita segera sirna
dan semua mata buta dibalut gulita
3.
Dua Dunia
Ada panggung sandiwara insani
berbagai peran silih berganti
Entah sungguh disadari tiap pribadi
Entah hanya terpaksa dijalani
Entah tak berdaya dan tak peduli
Semua terjadi dan sungguh dialami
Kreasi nalar kembangkan iptek canggih
dari tradisi hingga digital milenial
dari dusun udik desa ke kota
dari berbagai wilayah bangsa negara
Penuhi ruang dikejar waktu berkelana
berjuang hadapi fakta dengan tanya
Dunia alam dan dunia kreasi
siang malam berjibaku berinkarnasi
Apakah manusia adalah pencipta semesta
Apakah semesta lahirkan manusia
Sejarah zaman melukis kisah cerita
Debu tanah dan angin menulis angkasa

