Jejak Kelana Nafas-17
Bocah Angin-545
Mercusuar Paradoks

Mata-Mu
bercahaya tak henti
bagi semua isi semesta tanpa kecuali
Wajah-Mu
bertabur bintang dan sinar purnama

Tangan-Mu penuh kasih
dalam gulita
merangkul semua
tanpa membedakan dan memilih

Cinta-Mu tak bertepi
alirkan udara bagi nafas semua makhluk
Kesetiaan-Mu
adalah debu tanah
yang selalu menggendong dan menyusui
setiap lapar dahaga manusia

Kebijaksanaan-Mu
adalah samudra
dengan ombak gelombang kemurahan
tak bertepi mengabdi pasir pantai

Tetapi …
sadarku
hanya serpihan puing-puing lara
Terima kasihku
cuma remah- remah di kolong

Syukurku …
hanya daki dan comberan di selokan kotor
dalam aliran kerakusan
dan konangan kebodohan fana

Karena lupa diri dan bangga
pada jiwa raga yang buta
mengembara tinggalkan jejak hampa
Karena agungkan nalar papa serakah