Kita diingatkan sebagai hamba yang dipilih dan kemudian diutus. Nabi Yesaya mengungkapkan peran seorang hamba Yahweh yang diutus untuk jadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan sampai ke ujung bumi. Yesaya mengemban misi untuk memulihkan bangsa Israel yang tidak berpengharapan.
Dalam spirit yang sama pula, Rasul Paulus mengemban tanggung jawab sebagai hamba Allah yang diutus untuk meneruskan karya-karya Yesus. Kesadaran diri sebagai hamba inilah yang menggerakkan hati Yohanes Pembaptis dalam karyanya. Seruan profetisnya, “Lihatlah anak domba Allah yang menghapus dosa dunia” merupakan cara Yohanes memuliakan Yesus Sang Penebus.
Sebagai hamba-hamba Allah, kita mesti sadar, bahwa tugas kita adalah memuliakan Allah dalam pelbagai cara dan bentuk. Kesadaran diri sebagai hamba Allah akan memampukan kita untuk tidak ragu-ragu mengekspresikan iman kita dengan memuliakan Allah dan jadi pembawa harapan bagi sesama.
“Ya, Tuhan, bantulah kami dalam usaha untuk meneladan kerendahan hati Putra-Mu dan semoga kami selalu sadar diri sebagai hamba Allah yang memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan kerajaan-Mu di tengah dunia. Amin”
…
Ziarah Batin

