Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Kebaikan, kebenaran, dan kejujuran sejati adalah buah-buah ranum dari kasih”
(Suara Kebenaran Sejati)
Mewartakan Nilai-nilai Luhur
“Kebaikan, kebenaran, dan kejujuran sejati adalah buah-buah ranum dari kasih sejati.” Itulah nilai-nilai keluhuran yang perlu ditegakkan lewat suara kritis kenabian di ruang mass media. Dengan berpedoman pada ajakan, “Wartakanlah suara kebenaran, entah baik atau pun tidak baik keadaannya!
Masukan Media
Adapun roh sejati dari isi tulisan ini saya turunkan agar kita merefleksikan bersama, berdasarkan Opini di dalam kolom ‘Surat kepada Redaksi,’ oleh Eduard Lukman, berjudul, “Masukan Media” Kompas, Rabu, (14/1/2026).
Haryanto mengamati, bahwa ranah kebebasan pers dan berekspresi tidak dalam keadaan ‘baik-baik’ saja. Sejumlah pihak mengimbau media agar ‘menyajikan berita yang positif saja’ tentang kinerja pemerintah. Demikian isi paragraf pertama tulisan Eduard Lukman.
Selanjutnya Eduard berpendapat, bahwa “Dalam sistem yang demokratis, media berkenan melakukan diagnosis terhadap masyarakat dan pemerintah, mengidentifikasi yang kurang baik demi perbaikan. Bagaimana bisa ada perbaikan, jika yang mau didengar ‘yang baik-baik’ saja? Menurut perspektif sistem, masukan dari media pada pemerintah itu jadi keniscayaan agar sistem stabil, juga yang peting berkembang maju.”
Kebebasan Pers dan Peran Media dalam Masyarakat
Suatu masyarakat yang beradab, idealnya perlu menghormati, menghargai, dan melindungi para awak media, agar mereka dapat menjalankan peran kritis kenabian mereka dengan baik, bebas, benar, serta independen.
Bukankah peran kritis mereka akan kian efektif, jika mereka didukung oleh masyarakatnya? Bagaimana mungkin mereka dapat menyampaikan warta kenabian yang kuat, inspiratif, objektif, berani, serta berpengaruh, jika mereka justru diintimidasi lewat tekanan mental secara psikologis, karena suara kritis kenabian mereka? Bukankah selaku agen kebenaran dan kejujuran sejati, mereka justru harus dilindungi, agar kian efektif serta berkualitas isi pewartaan mereka?
Meminta mereka agar hanya menuliskan hal-hal positif terhadap pemerintah, adalah sebentuk tekanan yang menggiring mereka ke arah kebohongan massal alias paduan suara bernada fals belaka?
Tuliskan Kata Iya, jika itu Ya, dan Tuliskan Kata Tidak, jika, itu Tidak
Para agen pembawa suara kenabian itu patut berprinsip pada azas kejujuran sejati, “Katakan ya, jika memang itu ya, dan katakan tidak, jika itu memang tidak. Karena selebihnya, justru berasal dari si jahat!
Untuk mencapai tujuan semulia itu, marilah kita sehati sejiwa, memahami dan mendukung suara kenabian para insan mass media. Hindarilah cara-cara biadab untuk membiokot pesan-pesan kenabian yang mereka sampaikan kepada masyarakat.
Hanya lewat itikad baik itu, sesungguhnya, Anda telah menghargai prinsip-prinsip mondial serta universalitas dari “kebebasan pers serta peran media dalam masyarakat sedunia.”
Refleksi
- Marilah kita belajar untuk tetap bersikap tulus dan jujur dengan cara menghargai peran luhur kenabian para insan media.
- Adanya praktik penerapan lewat aneka prinsip konyol, “asal Bapak senang dan Mama sayang,” hal itu pun laksana membiarkan “si pembunuh berdarah dingin,” untuk terjun bebas dan berenang di dalam kolam keruh.
“Kebenaran pun sering dikorbankan, tetapi ia tidak pernah mati!”
(Livius)
…
Kediri, 17 Januar 2026

