Keberpihakan Yesus kepada orang sakit, lumpuh, miskin, kerasukan roh jahat itu sama kuat dengan belas kasih-Nya kepada orang-orang berdosa. Para pendosa itu adalah mereka yang sedang sakit secara rohani. Pendosa publik seperti pencuri, pemerkosa, prostitusi, dan pemungut bea, mengalami sakit yang parah karena dikucilkan oleh masyarakat. Mereka sama dengan sampah.
Pendosa publik sebenarnya ialah mereka yang berdosa di tengah masyarakat, bahkan keluarganya sendiri secara terang-terangan. Mereka dikontrol sebuah sistem yang berlaku. Pria atau wanita prostitusi misalnya, mereka dikontrol oleh beban hidup dan sistem kehidupan masyarakat. Injil hari ini memperkenalkan kita seorang pendosa publik, yaitu Lewi anak Alfeus, si pemungut bea rakyat, karena ia adalah pelayan bangsa penjajah, Romawi.
Ia dianggap sangat berdosa, karena dalam memungut pajak itu ia banyak berbuat curang soal pungutan uang dan barang. Masyarakat sangat membencinya, tapi ia tetap berbuat dosa, karena hukum yang melindunginya.
Lewi dikenal dalam lingkaran kedua belas rasul dengan nama Matius. Penginjil Matius menyebutnya sebagai si pemungut cukai. Dosa publik sangat menyakitkan masyarakat dan pendosa sendiri tidak bisa menghindari itu.
Oleh karena itu Yesus turun tangan. Jurus yang Ia pakai ialah datang bertemu langsung, memanggil dia dengan namanya, dan tidak sekedar mengajak, tapi memerintahkan untuk menghentikan perbuatannya itu. Ini mengandung arti, dosa yang tidak hanya mencelakakan diri sendiri, tapi sangat merugikan banyak orang. Dosa besar dan serius ini, jika dibiarkan berkembang dan menyebar itu namanya berkolaborasi dengan penjahat atau bekerja sama dengan setan. Sehingga dosa serius ini harus dihentikan.
Israel sebagai bangsa tidak dibiarkan terus berkeras kepala dan berdosa. Tuhan Allah menghentikan ini dengan menjadikan Saul sebagai Raja atas mereka. Satu sistem baru diubah demi kebaikan, dan sistem lama harus ditinggalkan.
Yesus mengubah pribadi pendosa seperti Lewi, demikian juga banyak orang lain termasuk Paulus, karena mereka ini berpotensi dalam kejahatan yang besar dan merugikan banyak orang. Mereka harus dipakai secara positif untuk sistem baru dalam beriman yang Yesus jalankan.
Melalui pembaptisan, Yesus Kristus membuat kita jadi bagian dari sistem baru yang Ia bangun. Dosa-dosa yang kita perbuat setelah pembaptisan beraneka dan banyak, tapi Tuhan Yesus mempunyai jurus untuk mengubah hidup kita. Gereja menjalankan tugas ini dengan jadi sarana bagi perubahan diri umatnya.
“Ya, Yesus Kristus, bebaskanlah kami dari kebiasaan-kebiasaan buruk dan negatif yang sering menjerumuskan kami ke dalam dosa. Amin.”
…
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

