Kebutuhan akan pemulihan di dalam kehidupan adalah mutlak. Tuhan sendiri yang menghendaki pemulihan dan kita diperintahkan untuk menjalani pemulihan itu. Tuhan memulihkan kita dari keadaan sebagai pendosa dan orang yang menderita kesulitan atau sakit. Kita juga wajib memulihkan diri sendiri dan sesama yang perlu dipulihkan.
Seorang Bapak mengisi lima hari setiap Minggu dengan bekerja sangat fokus dan penuh dedikasi. Ia memiliki sedikit sekali waktu bersama istri dan anak-anaknya. Pekerjaan yang sangat banyak itu membuat dirinya lelah, ketika sudah berada di rumah. Meski begitu ia masih terus bekerja di rumah. Kekurangan yang membuatnya menderita ialah tidak ada kesempatan untuk bersama keluarga. Maka ia memulihkan dirinya dari kesulitan itu dengan menyempatkan diri secara penuh bersama keluarga selama akhir pekan.
Kitab Samuel menggambarkan tentang kekalahan pasukan Israel dari peperangan melawan bangsa Filistin. Puluhan ribu tentaranya mati dibunuh. Bangsa Israel harus mengakui diri tidak berdaya dan menerima kekalahan itu sebagai tanda kerapuhan manusia dan kedosaan. Sebagai bangsa yang ber-Tuhan, mereka harus menarik diri untuk memulihkan diri dan hubungan dengan Tuhan yang sudah rusak akibat ketidaktaatan mereka.
Yesus menyembuhkan orang kusta merupakan bagian dari tugas-Nya sebagai Penyelamat, untuk mentahirkan umat pilihan-Nya dari borok-borok sakit mengerikan, yang membuat mereka tersiksa sekian lama. Bagi kita saat ini, pemulihan sebuah kehidupan pribadi, keluarga, kelompok, dan bangsa jadi sebuah kebutuhan. Upaya untuk mewujudkan suatu pemulihan hidup di dalam dunia ini hanya dapat berhasil baik, kalau dilakukan dengan kuasa Allah.
Kita meminta campur tangan Tuhan Yesus untuk mentahirkan atau memulihkan hidup ini dalam segala aspek. Seseorang secara pribadi memohon untuk pemulihan atas sakit jasmani atau rohani yang sedang dideranya. Mungkin pemulihan itu sangat diperlukan dalam sebuah kehidupan keluarga, kampung, desa, kota, atau wilayah. Juga suatu kebutuhan pemulihan lebih diperlukan oleh sebuah bangsa atas kondisi ekonomi atau keamanan bagi segenap masyarakatnya.
Tuhan berkuasa memulihkan hidup kita. Namun ini menuntut adanya permohonan yang disampaikan kepada-Nya. Dengan mendapatkan pemulihan, kita dapat kembali bekerja, mendapatkan semangat hidup, bangun dari keterpurukan, dan mengalami hidup baru.
Dalam mengawali tahun 2026 ini, hendaklah kita meminta rahmat pemulihan dari Tuhan, agar dapat membuat hidup kita lebih baik lagi dari hari-hari, atau tahun sebelumnya.
“Ya, Tuhan yang Maha Kuasa, inilah diri kami, baharuilah kami sesuai dengan kehendak-Mu. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

