“Selamat Natal” sepantasnya kita ucapkan sekali lagi terhadap satu sama lain dengan penuh semangat. Kita ingin memberikan tanda yang spesial untuk hari terakhir masa Natal ini. Tanda yang paling pertama kita temukan ialah Pesta Pembaptisan Tuhan yang kita peringati setiap tahun untuk menutup masa Natal yang penuh ceria dan sukacita.
Pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis seperti yang diwartakan oleh Injil Matius, menandakan sebuah tahap berikutnya dalam hidup Yesus di dunia, yaitu memasuki kehidupan publik. Ia mengatakan kepada Yohanes, bahwa diri-Nya harus dibaptis agar menggenapi yang dikehendaki oleh Allah. Yesus Kristus segera meleburkan dan menyatukan diri-Nya dengan dunia dan kehidupan semua orang, sehingga Ia menggarami dan menyelamatkan semua.
Pembaptisan yang dialami oleh Yesus merupakan titik awal pembaptisan kita sebagai pengikut-Nya. Perbedaan mendasar antara pembaptisan Yohanes Pembaptis atas orang-orang Yahudi dan atas Yesus Kristus sangat jelas. Orang-orang Yahudi, sebagai pendosa dan belum menerima Mesias, harus ditobatkan melalui pembaptisan Yohanes, sehingga mereka dapat menerima Tuhan Yesus Kristus. Sedangkan pada Yesus Kristus adalah pembaptisan Roh Kudus. Pada saat pembaptisan tersebut, turunlah Roh Kudus kepada Yesus Kristus.
Kita mengambil bagian dalam pembaptisan Yesus Kristus, yaitu pembaptisan Roh Kudus. Setiap pengikut Kristus menerima Roh Kudus yang menguduskan dan memenuhi dirinya saat menerima pembaptisan. Dari pembaptisan itu ia memulai hidupnya yang baru. Ia terlahir kedua kalinya, yaitu kelahiran dalam iman dan dalam Roh Kudus. Sedangkan pembaptisan untuk pertobatan oleh Yohanes Pembaptis tetap berlaku bagi kita, yaitu melalui pelayanan rekonsiliasi dan pertobatan di dalam Gereja yang rutin kita lakukan.
Sama seperti setiap pembaptisan Kristen untuk jadi pengikut Kristus, kita yang mengakhiri masa Natal dan merayakan Pembaptisan Tuhan, akan memulai hidup kita yang sudah diperbarui.
Menurut Nabi Yesaya, di dalam masa biasa kita perlu menegaskan kembali komitmen kita sebagai tanda perjanjian Tuhan bagi keselamatan dunia. Kita harus jadi saksi-saksi kebangkitan Kristus dan keselamatan bagi orang lain.
Kita perlu lebih memantapkan diri sebagai saksi-saksi Kristus dengan berkeliling sambil berbuat baik di mana pun dan kapan pun kita berada. Ini adalah perbuatan Tuhan Yesus Kristus sendiri yang wajib kita lanjutkan.
“Ya, Tuhan, semoga dengan perayaan hari Pembaptisan-Mu, kami diperbarui dalam jiwa dan raga kami untuk semakin meyerupai Engkau. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

