Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
Red-Joss.com – “Kelembutan adalah ekspresi dari sifat kasih. Tanpa kasih, dunia kita hanya diliputi kekerasan!”
Mother Theresa, biarawati Ordo Cinta kasih, yang kini bergelar santa, adalah pahlawanti kasih dari Kalkuta, India.
Suatu kesempatan, Mother Theresa bersama dua orang pengikutnya, sempat memandikan seorang pria sekarat yang terlunta di jalanan Kalkuta.
Saat dimandikan dengan penuh kasih, sang pria sekarat pun berujar,
“Ibu, siapakah engkau, rela memandikan aku. Bertahun-tahun bangsaku, memandang aku bagai seekor binatang?”
Tindakan kasih sejati, akan terekspresi lewat kelembutan serta ketulusan sejati pula, tanpa berkamuflase, tanpa terselubung niat demi popularitas sesaat.
Saudara, di bumi ini, kini, alangkah sulitnya kita menjumpai sebuah aktivitas kemanusiaan tanpa ujung-ujung terselubung.
Di musim kampanye politik, pemilihan pemimpin, wakil rakyat, bahkan pemilihan ketua RT dan RW pun, misalnya, selalu disertai bumbu-bumbu keegoisan.
Ada slogan bisu, “Aku membantu kamu, asal kamu memilih aku,” adalah sebuah lagu lama, sebagai ekspresi ketidaktulusan itu.
Misteri kelembutan dan kasih itu, hemat saya, adalah ekspresi sifat sejati Sang Tuhan.
Mungkinkah, ekses dari miskinnya sifat-sifat kelembutan dan kasih ialah hadirnya sebuah dunia khaostis, sebuah hunian penuh dengki serta balas dendam, tempat orang-orang ekstra sibuk dan bahkan berani memaksakan kehendaknya kepada orang lain lewat cara-cara brutal, bahkan sampai tega, berani membunuh, dan berani pula bersumpah atas nama Tuhan, Sang Sumber Mahakasih.
Kini pun, telah hadir sebuah dunia edan. Dunia, berhias bunga-bunga kebohongan, seperti di kaka Esau versus Yakub, dunia penuh kesombongan, seperti saat David versus Goliat.
Hadirnya sebuah dunia yang bersengsara, yang berduka, dan yang berurai air mata.
Saudara, sampai kapan, kondisi hidup tanpa kelembutan dan kasih ini?
Mari, masukilah nurani kita masing-masing, bertanyalah dengan tulus dan jujur:
“Tuhan, akukah, kamikah, penyebab ketiadaan kelembutan dan kasih di bumi ini?”
…
Kediri, 8 Februari 2023

