“Pecundang mencari kesalahan, pemenang mencari kesempatan dan peluang.” -Rio, Scj
Ikan menyukai air, namun air merebus ikan. Daun mencintai angin, tapi angin menggugurkannya. Manusia menyukai tanah, namun tanah menguburnya. Kita sayang dan mencintai seseorang, tapi dia malah menyakiti. Apa yang salah dari semuanya ini? Nggak perlu mencari siapa dan apa yang salah.
Mari sejenak melatih kesadaran kita. Bukan air yang merebus ikan, melainkan api. Bukan angin yang menggugurkan daun, tapi musim gugur. Bukan tanah yang mengubur manusia, tapi kematian dan bukan cinta yang menyakiti, melainkan ego, ekspektasi dan harapan kita sendiri.
Situasi dan keadaan yang sama ternyata menghasilkan hasil yang berbeda. Bila kita mampu sabar dan bisa berpikir positif hidup ini tidak akan sibuk mencari siapa atau apa yang salah. Makin kita fokus kepada yang salah, kian sulit dan kita jauh berkat dan rezeki. Sebaliknya makin kita fokus mencari peluang dan berhenti menyalahkan berkat, rejeki, kebahagiaan, kebaikan dan mukjizat akan datang.
Ingat, pemenang itu selalu memcari peluang dan kesempatan. Sedang pecundang itu sibuk mencari kesalahan dan menyalahkan. Jadilah pemenang, bukan pecundang!
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

