Yesus tampil di Galilea dengan membawa terang bagi bangsa-bangsa yang tengah dalam kegelapan. Terang yang dibawa-Nya adalah damai dan harapan. Kepada mereka Ia mewartakan, “Bertobatlah sebab Kerajaan Surga sudah dekat!”
Diri, sabda, dan karya Yesus menghadirkan kesejahteraan lahir dan batin bagi bangsa yang sedang dalam kemelut hidup, krisis dan pengalaman-pengalaman pahit lainnya.
Dengan demikian, seruan dan karya Yesus hari ini kembali menyentak kesadaran kita untuk jadi penyebar harapan dan damai di tengah sesama. Di sekitar kita begitu banyak peristiwa berupa krisis kemanusiaan, bencana, konflik, perang, dan sebagainya. Iman kita akan Kristus menuntut kita untuk terlibat secara nyata dalam mengupayakan perdamaian, menyebarkan harapan dan bertindak konkret untuk melayani sesama yang menderita.
Aksi Yesus dalam mengajar, menyembuhkan, dan menyelamatkan orang yang menderita itu tentu lahir dari kesadaran akan tanggung jawab-Nya untuk mengalirkan kasih yang diterima-Nya dari Allah Bapa. Kita juga hendaknya selalu sadar dan terus membuka hati bagi panggilan Ilahi untuk selalu memiliki ‘sense of crisis’, lantas tergerak untuk berpartisipasi secara kreatif dalam pelayanan konkret dengan berbagi, menemani, dan menyelamatkan orang-orang yang menderita.
“Ya, Tuhan, tanamkanlah dalam diri kami kesungguhan hati untuk melayani sesama yang menderita, bukan hanya dengan kata-kata, melainkan terutama dengan tindakan konkret. Amin.”
Ziarah Batin

