1.
Goresan Desah Nafas -1
Desah nafasku berlari
memburu roda-roda peluang
yang jatuh dari istana Sang Waktu
dan tak pernah bisa menunggu
Apalagi datang mengulang kembali
Sering nafasku kecewa
karena kecepatan langkahnya kalah
dari derap waktu yang angkuh
pada aneka keterbatasan insan
Inilah tanya tanpa jawaban
mengapa terlahir dalam kehidupan
Aku coba menenangkan nafas
agar setia terus berhembus
agar tabah temani jiwa raga
berjalan dan berlari meraih cita
mampu memeluk sosok suka duka
hingga nanti ajal tiba
2.
Goresan Desah Nafas -2
Sudah seribu tulisan suka duka
yang dicatat desah udara
Ada jutaan goresan pengalamanku
tersimpan dalam catatan paru-paru
Hujan ingatkan diriku
agar berani membaca tulisan nafas
Gemuruh guntur dan petir
yakinkan aku jangan takut
membaca dan maknai goresan pengalaman
Saat diam hening
aku coba sejenak merenung
Mengapa jarang aku peduli
pada alat pernafasan pribadi
Mengapa sering aku abaikan udara bagi hidupku
Aku sadar dan malu
jarang berterima kasih dan bersyukur
Aku bisa membaca tulisan
Aku bisa menelisik goresan
Aku mampu untuk hening
Aku bisa ada waktu merenung
Ternyata karena aku diberi nafas
yang jarang aku sadari dan peduli

