“Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib.”
Sabda Allah mengundang kami untuk tinggal dalam kebenaran dan menghayatinya dengan setia dalam kasih. Dalam Injil, kami menyaksikan keteguhan Yohanes Pembaptis di tengah berbagai pertanyaan dan tekanan. Ia menolak segala gelar yang keliru, menyangkal setiap distorsi tentang jati dirinya, dan hanya memberi kesaksian tentang kebenaran: ia bukan Sang Terang, melainkan suara yang diutus untuk mempersiapkan jalan bagi Sang Terang. Dari kerendahan hatinya, kami belajar, bahwa kesetiaan pada kebenaran berawal dari mengenal siapa kami di hadapan-Nya.
Yohanes berbicara dari padang gurun, tempat segala kepura-puraan runtuh dan hanya suara-Nya yang tinggal. Sepanjang sejarah keselamatan, Allah membawa hamba-Nya ke padang gurun; bukan untuk meninggalkan mereka, melainkan untuk memurnikan hati mereka. Abraham belajar percaya, Musa menerima pewahyuan, Elia menemukan kembali harapan, Yohanes menemukan panggilannya, dan Putra-Nya sendiri mempersiapkan karya penyelamatan-Nya. Padang gurun mengajar kami untuk bertekun dalam apa yang telah kami terima, seperti yang dinasihatkan Rasul Yohanes: tinggal dalam kebenaran yang diwariskan, dan tidak disesatkan oleh suara-suara yang menyangkal Kristus.
Sabda-Nya menegaskan, bahwa kebenaran itu tidak pernah bersifat abstrak. Dalam Surat Pertama Yohanes, Allah mengajar kami, bahwa tinggal dalam Putra berarti tinggal dalam Bapa. Kebenaran bukan sekadar diucapkan, melainkan dihidupi dalam kesetiaan, kasih, dan ketekunan. Ketika kami berakar dalam Kristus, dusta kehilangan kuasanya, ketakutan berubah jadi kepercayaan, dan hidup kami sendiri jadi kesaksian Injili.
Seperti Yohanes Pembaptis, kami dipanggil untuk menunjuk “Dia Yang melampaui diri kami.” Tugas kami bukan meninggikan diri, melainkan memberi kesaksian yang setia, agar orang lain dapat mengenali Yesus yang sesungguhnya sudah hadir di tengah mereka. Ketika kami hidup dengan integritas, kesederhanaan, dan kasih, keselamatan-Nya jadi nyata, dan nyanyian sukacita Mazmur bergema dalam hidup kami: seluruh bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah.
Ya, Bapa, melalui teladan Yohanes Pembaptis bentuklah kami jadi saksi-saksi setia akan kebenaran-Mu. Ajarilah kami untuk tinggal dalam Kristus, menghayati kasih tanpa kompromi, dan menyiapkan jalan yang lurus agar banyak orang dapat berjumpa dengan Putra-Mu, Anak Domba Allah dan Terang dunia.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

