“Sabda telah jadi daging dan tinggal di antara kita.”
Menjelang berakhirnya tahun 2025 ini, Allah mengantar kami kembali kepada misteri terdalam dari iman: Sabda yang sejak semula ada, kini hadir sebagai manusia. Dalam Yesus yang lahir bagi kami, Allah menyatakan bukan sekadar ajaran, melainkan Kebenaran itu sendiri, yang hidup dan tinggal di tengah kami.
Sejak kekal, Sabda ada bersama-Nya dan adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan di dalam Dia ada hidup: terang yang tidak dapat dikalahkan oleh kegelapan. Namun Sabda kekal itu memilih jalan kerendahan hati: Ia masuk ke dalam sejarah kami, ke dalam kerapuhan dan luka dunia ini. Dalam keheningan Betlehem, Allah menyampaikan Sabda kasih-Nya yang paling nyata.
Santo Yohanes mengingatkan kami, bahwa tidak semua orang yang mendengar kebenaran memilih untuk percaya. Ada suara-suara yang menyangkal Yesus, memutarbalikkan tentang Dia, dan menjauhkan hati dari terang. Tapi Allah telah menganugerahkan kepada kami pengurapan dari Yang Kudus, Roh-Nya sendiri agar kami mengenal kebenaran dan tetap setia kepada-Nya. Karena kelahiran Yesus, kami tidak lagi meraba dalam gelap; Kebenaran kini memiliki wajah, nama, dan hati manusia.
“Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerimanya.”
Ya, Bapa, jauhkanlah kami dari hati yang dingin dan tidak peduli. Anugerahkanlah kepada kami rahmat untuk menerima Dia, percaya kepada nama-Nya, dan dilahirkan kembali bukan oleh kehendak manusia, melainkan oleh rahmat-Mu. Dalam Yesus, Engkau menjadikan kami anak-anak-Mu.
Bersama seluruh ciptaan, kami menggemakan nyanyian Mazmur:
“Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan; wartakanlah keselamatan-Nya dari hari ke hari.” Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak, sebab Allah kami tidak tinggal jauh. Ia datang dekat. Ia datang menghakimi dunia bukan dengan ketakutan, melainkan dengan keadilan, kesetiaan, dan kasih yang menyelamatkan.
Saat kami melangkah ke tahun yang baru, teguhkanlah kami dalam Kristus. Peliharalah kami agar setia pada yang telah kami dengar sejak semula. Jangan biarkan kami disesatkan oleh terang palsu, melainkan tinggal dalam Terang sejati yang menerangi setiap orang. Semoga hidup kami, baik dalam perkataan dan kesaksian itu untuk mewartakan, bahwa Yesus adalah Tuhan, yang lahir demi keselamatan kami.
Tuhan Yesus, Sabda yang jadi daging, kami percaya. Teguhkan iman kami. Tinggallah dalam kami, saat kami memilih tinggal dalam Engkau. Semoga kelahiran-Mu berbuah dalam hidup kami, agar melalui hidup kami, makin banyak orang datang untuk percaya.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

