Hari ini kami dibawa masuk ke keheningan Bait Allah. Tempat yang sunyi, namun dipenuhi kehadiran-Nya. Di sini, Surga menyentuh bumi, dan Yang Kekal masuk ke dalam waktu: bukan dengan kemegahan, melainkan dalam kerapuhan.
Yesus dibawa ke rumah-Nya sendiri, Sang Pencipta dipercayakan ke dalam tangan manusia. Dalam persembahan yang begitu sederhana ini, Ia menyatakan hakikat ibadat sejati: bukan menguasai, melainkan menyerahkan diri; bukan kekuatan, melainkan kasih.
Maria dan Yusuf datang dalam ketaatan, dengan hati penuh iman.
Persembahan mereka tampak kecil, tapi Ia menerimanya dengan sukacita. Dalam setiap Ekaristi,
kami kembali ditarik ke dalam misteri yang sama: mempersembahkan diri kami,
dan menerima kasih-Nya yang menyelamatkan, yang hadir di hadapan kami.
Dalam keheningan Bait Allah itu, berdirilah Hana, seorang Nabi perempuan yang setia menanti. Siang dan malam ia tinggal di hadapan-Nya, hidupnya dibentuk oleh doa, puasa, dan pengharapan.
Saat matanya memandang Sang Putera, penantiannya berbuah syukur, dan doanya berubah jadi pewartaan yang lembut.
Rasul Yohanes mengingatkan kami hari ini: kami telah diampuni dan dikasihi.
Ia mengajak kami untuk tidak melekat pada dunia yang berlalu,
melainkan untuk tinggal dalam Allah, Sang Terang, Kasih, dan
tinggal dalam Sabda-Nya.
Pemazmur membisikkan panggilan yang sama: “Berikanlah kemuliaan kepada Tuhan.” Bukan hanya dengan kata-kata, melainkan dengan hidup yang berakar dalam syukur.
Mereka yang tinggal dalam terang-Nya, membawa kerahiman-Nya tanpa paksaan, dan mewartakannya tanpa ketakutan.
Ya, Bapa, ajarlah kami untuk tinggal dekat dengan-Mu. Bebaskan hati kami dari kelekatan yang gelisah
dan dari keinginan yang meredupkan terang-Mu.
Dalam keheningan hadirat-Mu,
bentuklah kami jadi pribadi yang memuliakan Engkau.
Seperti Hana, ajarlah kami menanti tanpa pahit hati, percaya tanpa syarat, dan mengenali keselamatan-Mu saat Engkau hadir di hadapan kami.
Ketika saatnya tiba, biarlah hidup kami sendiri berbicara tentang apa yang telah kami lihat dan alami.
Kami tinggal dalam Engkau, ya Tuhan. Dengan tinggal dalam-Mu,
kami jadi saksi kerahiman-Mu yang penuh kasih.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

