Para Pastor, Biarawan dan Biarawati mengadakan reuni di paroki asalnya. Suasana dan pesta begitu meriah dan penuh dengan kenangan. Salah satu kenangan ialah mereka berjumpa dengan Tante Maria, seorang janda tidak beranak yang jadi koster di gereja Paroki sudah sekian puluhan tahun. Banyak Pastor dan Biarawan Biarawati sudah mengenal Tante Maria sebagai koster sejak mereka masih anak-anak. Reuni itu sungguh jadi peristiwa penuh rahmat bagi koster Maria.
Bagi Tante Maria, bekerja dan melayani di Gereja dalam sisa hidupnya merupakan sebuah sukacita yang tidak berakhir. Sukacita ini gratis, karena tidak perlu proses yang berbelit, tidak ada lamaran dan tes kepegawaian. Ia hanya perlu kemauan, kegembiraan, suka rela, dan iman yang kuat. Ini juga jadi pengalaman Simeon dan Hana, orang-orang usia tua yang mengabdikan hidupnya di dalam Bait Suci, dalam doa dan pengorbanan. Mereka menemukan sukacita di situ. Mereka berharap suatu saat yang tepat, akan datang pembebasan bagi bangsanya.
Baik Tante Maria maupun Simeon dan Hana, mereka menginspirasikan kita tentang sukacita yang merupakan rahmat dari Tuhan. Menurut Kitab Suci, rahmat itu gratis dan sungguh tidak perlu diberi harga. Yang sangat diperlukan ialah kerelaan kita untuk menetap dan berbakti kepada Tuhan melalui Gereja-Nya, maka rahmat dan berkat itu akan dicurahkan kepada kita dengan melimpah.
Tante Maria menemukan Tuhan Yesus, dan secara konkret ia reuni dengan buah-buah panggilan Tuhan dari Parokinya. Simeon dan Hana sendiri berjumpa dengan kanak Yesus dan ia menganggap, bahwa hidupnya sudah penuh dan cukup.
Kita dapat belajar dari inspirasi ini. Yesus Kristus di dalam masa Natal ini, mesti dapat memberikan paling kurang satu jawaban atas pertanyaan, keraguan, pencarian atau harapan kita. Jawaban itu kita dapatkan selama tahun yang sedang berlalu pergi dan makin terwujud pada tahun yang akan datang ini. Dengan demikian kita sungguh meyakini dan mengerti, bahwa sukacita dari Tuhan memang cuma-cuma atau gratis. Kita masing-masing dapat menyebutkannya, khususnya pada saat berdoa dan berbicara dengan Tuhan.
Tante Maria, Simeon, dan Hana meluapkan kegirangan dan sukacitanya. Mereka menemukan makna Injil yang sesungguhnya, yaitu Tuhan yang datang menjumpai dan memberikan makna bagi hidup mereka.
Semoga kita semua juga dapat menemukan sukacita itu. Injil yang telah terbuka maknanya dan membentuk hidup kita merupakan Injil kehidupan, oleh karena itu kita sebut sebagai Kabar Gembira. Kabar itu harus dapat kita wartakan.
“Ya, Tuhan Yesus Kristus, berkatilah kami dalam semangat untuk mensyukuri semua kebaikan dan hasil yang kami capai dalam setiap pekerjaan dan pengorbanan kami. Amin.”
…
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

