Sejak penciptaan, Tuhan menetapkan manusia untuk hidup berkeluarga, yang dimulai dengan saling mencintai antara pria dan wanita. Dari situ terbentuklah perkawinan dan keturunan-keturunan yang dihasilkannya.
Perintah Tuhan pertama dan utama bagi keluarga ialah pria mengambil wanita sebagai istri dan mereka hidup dalam persekutuan satu daging. Satu pria dan satu wanita dipersatukan oleh Tuhan atas dasar cinta dan dalam nama Tuhan. Perintah lain yang sama pentingnya ialah perkawinan menghasilkan keturunan.
Untuk suatu kelangsungan hidup perkawinan yang tetap utuh, kemudian anak-anak hasil perkawinan tumbuh sesuai dengan harapan, maka sangat diperlukan sebuah disiplin hidup yang disebut sebagai upaya kita bersama-sama untuk merawat keluarga.
Tuhan membentuk keluarga tidak dengan satu orang saja, tapi satu pria dan satu wanita ditambah dengan anak-anak yang masing-masingnya unik. Mereka harus bekerja sama dalam membangun keluarga. Mereka bekerja sama tidak hanya, ketika keluarga di dalam keadaan gembira atau kemajuan di dalam pertumbuhannya. Mereka diminta lebih kuat dalam persekutuan dan bekerja samanya, ketika datang kesulitan dan ancaman yang membahayakan kehidupan keluarga.
Keluarga yang gembira, damai dan bertumbuh dengan sehat perlu dirawat melalui hubungan orangtua dan anak-anak yang benar-benar dikehendaki oleh Tuhan. Menurut Kitab Putra Sirakh, seorang manusia beriman yang takut akan Allah dan setia dengan perintah-perintah-Nya, ia harus wujudkan itu dengan taat kepada orangtuanya. Kita selalu percaya, bahwa orangtua adalah wakil Tuhan di dunia.
Cara kita merawat keluarga secara bersama-sama juga sesuai dengan nasihat Santo Paulus, yaitu mengisi dan menjalani kehidupan keluarga dengan cinta kasih. Keluarga itu diawali dengan cinta suami dan istri, maka keluarga juga harus dibangun di dalam kasih, dan akhirnya mewujudkan kasih yang sempurna, yaitu persekutuan dengan Tuhan.
Kisah tentang Keluarga Nazareth yang menyingkir ke Mesir merupakan contoh, bagaimana kita merawat keluarga secara bersama-sama, ketika keluarga di dalam kesulitan, ancaman, dan dalam ambang bahaya. Kerja sama ini bukan hanya di antara sesama anggota keluarga atau tetangga, tetapi juga dengan kuasa Tuhan. Ketika Tuhan ikut terlibat, pekerjaan merawat keluarga akan jadi sangat bermutu dan ideal. Tuhan menolong, ketika keluarga sedang menderita.
“Ya, Tuhan, semoga perayaan hari Minggu dan Pesta Keluarga Kudus ini dapat membantu membuat keluarga-keluarga kami semakin beriman dan setia kepada-Mu. Amin.”
…
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

