“Sesukses-suksesnya membangun karier, lebih hebat itu mereka yang sukses membangun keluarga bahagia.” -Mas Redjo
…
Apa artinya kita sukses berkarier, jika keluarga berantakan? Apa artinya pula seseorang memiliki dunia, tapi kehilangan nyawanya? (Mat 16: 26)
Sesungguhnya, keluarga bahagia itu dambaan setiap insani, tidak terkecuali saya. Untuk mewujudkan keluarga bahagia itu resep saya sederhana, yakni selalu mensyukuri anugerah kasih Tuhan yang adalah sumber hidup kami. Dengan selalu mencukupkan diri, kebutuhan saya dicukupi oleh-Nya.
Kekuatan bersyukur itu sejatinya sumber inspirasi yang memotivasi umat beriman untuk berjuang hidup yang ‘semeleh’ dan berserah ikhlas pada kehendak Tuhan.
Saya ingat dengan analogi yang dikemukakan oleh sahabat Jlitheng, bahwa “Keluarga adalah tanaman indah di taman Tuhan. Akarnya adalah kasih, batangnya adalah kesetiaan, dan bunganya adalah sukacita.”
Dilandasi semangat kasih yang berakar kuat dalam iman, kami mewujudkan keluarga bahagia itu untuk saling peduli, menghargai, dan mengormati satu dengan yang lain.
Batang pohon itu adalah kesetiaan yang jadi pilar penyangga nan kuat dan kokoh dalam mengarungi hidup berumah tangga.
Sedang buah dari pohon itu adalah sukacita. Karena sesungguhnya, keluarga kita sumber berkat dan kebaikan Allah.
Mari kita sirami ‘pohon keluarga’ itu dengan semangat doa dan usaha setiap hari, agar bertumbuh subur serta menebar harum mewangi.
Selamat Pesta Keluarga Kudus.
…
Mas Redjo

