“Keluarga adalah tempat Allah dimuliakan dan panggilan-Nya ditemukan.”
Dalam perayaan Keluarga Kudus hari ini, Allah menyatakan kepada kami, bahwa keluarga bukan sekadar ikatan darah, melainkan bagian dari rencana keselamatan-Nya. Melalui kisah Injil, kami melihat bagaimana Yesus, Maria, dan Yosef hidup dalam ketaatan, kepercayaan, dan kasih, bahkan di tengah ancaman, ketidakpastian, dan penderitaan.
Melalui kebijaksanaan Kitab Sirakh, Allah mengajarkan, bahwa saling menghormati, menghargai, dan mengasihi adalah dasar kehidupan keluarga. Ayah dan Ibu menerima perutusan Ilahi untuk membimbing, sementara anak-anak dipanggil untuk menghormati dan mengasihi. Inilah jalan yang Allah berkati: jalan yang membawa pengampunan, kedamaian, dan kehidupan yang berkenan kepada-Nya.
Pemazmur melukiskan keluarga sebagai ladang berkat: mereka yang takut akan Tuhan dan hidup menurut jalan-Nya akan menikmati damai dan sukacita sejati. Berkat itu mengalir bukan dari keberhasilan duniawi semata, melainkan dari hidup yang berakar dalam Allah, sumber segala kebaikan.
Dalam Injil, kami melihat Keluarga Kudus menghadapi penganiayaan dan pengungsian. Yosef taat pada sabda-Nya, Maria setia dalam iman, dan Yesus Sang Putra dibesarkan dalam keluarga yang melindungi dan mempersiapkan-Nya bagi misi Ilahi. Seperti dahulu Allah membawa Israel ke Mesir untuk membentuk mereka jadi umat-Nya, demikian pula Allah memimpin Keluarga Kudus ke Mesir untuk menyiapkan lahirnya umat Allah yang baru: Gereja.
Melalui Kristus, sebagaimana diwartakan dalam Surat kepada Jemaat di Kolose, Allah mempersatukan kami sebagai satu tubuh. Dipanggil untuk mengenakan belas kasih, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, dan kasih yang mempersatukan semuanya. Keluarga Kristiani dipanggil untuk memancarkan kasih sempurna ini, jadi cerminan persatuan Kristus dengan Gereja-Nya.
Bapa, ajarilah kami untuk melihat keluarga sebagai tempat menemukan misi, bukan sekadar tempat pemenuhan ambisi. Ketika kehendak-Mu jadi pusat kehidupan keluarga, kasih itu bertumbuh, damai bersemi, dan setiap anggota menemukan panggilannya. Jauhkan kami dari godaan menjadikan prestasi, gengsi, atau kesuksesan duniawi sebagai tujuan utama. Tuntunlah kami untuk saling mendukung dalam menemukan dan menjawab panggilan-Mu.
Pada hari Keluarga Kudus ini, kami persembahkan keluarga kami ke hadapan-Mu. Kuduskanlah tugas kami sebagai orangtua, anak, suami, dan istri. Jadikan rumah kami tempat Engkau disembah, tempat kasih dilatih setiap hari, dan tempat iman diwariskan dengan setia.
Kami mohon, semoga keluarga-keluarga Kristiani, di tengah hiruk-pikuk dunia, mampu dengan tekun memahami kehendak-Mu demi kebaikan rumah tangga, Gereja, dan masyarakat.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

