Bersama seluruh Gereja, hari ini kita merayakan Pesta Keluarga Kudus: Yesus, Bunda Maria, dan Bapa Yusuf; keluarga yang hidup sederhana dan bersahaja di hadapan Allah. Dalam keluarga sederhana, bersahaja, dan patuh pada adat-istiadat setempat itulah Yesus lahir, bertumbuh, dan berkembang.
Cara hidup seperti itulah Keluarga Kudus Nazaret jadi teladan utama bagi setiap keluarga Kristen. Mereka mengajarkan kepada kita tentang kesetiaan, pengorbanan, dan keharmonisan. Meskipun menghadapi berbagai tantangan dan rintangan, Bunda Maria dan Bapa Yusuf menunjukkan cinta dan komitmen yang luar biasa untuk membesarkan Yesus sesuai kehendak Allah.
Dalam era serba modern dewasa ini, yang dipenuhi oleh perkembangan teknologi informasi, kita sering kali menyaksikan keluarga yang terpecah belah oleh kesibukan anggotanya masing-masing, entah karena tuntutan pekerjaan atau karena terdistraksi oleh gadget dan media sosial. Tantangan hidup yang kita hadapi dewasa ini memang berbeda dengan zaman Keluarga Kudus Nazaret. Tapi inti dari kebersamaan dan kasih itu tetaplah sama. Bagaimana kita bisa meneladan Keluarga Kudus Nazaret di tengah derasnya arus informasi dan teknologi? Bagi keluarga Kristiani, prioritasnya harus tetap pada nilai-nilai keluarga. Sebagaimana Bunda Maria dan Bapa Yusuf, kita diundang untuk menempatkan Yesus sebagai pusat hidup kita.
Teknologi bisa jadi alat yang memperkuat, tapi juga bisa menghalangi komunikasi keluarga. Marilah kita menggunakan teknologi itu untuk membangun kedekatan, seperti mengirim pesan sebagai wujud perhatian, melakukan video call saat berjauhan, dan berbagi momen spesial bersama. Jangan biarkan teknologi jadi penghalang fisik dan emosional dalam keluarga. Kita perlu meluangkan waktu untuk saling berbincang, berdiskusi, dan berdialog; untuk saling mendengarkan dan memahami satu sama lain. Seperti Bunda Maria dan Bapa Yusuf yang mendampingi Yesus dalam setiap fase kehidupan-Nya, kita juga harus hadir dan mendukung perkembangan anak-anak kita.
Di tengah tantangan kehidupan modern ini, semoga kita dapat belajar dari Keluarga Kudus Nazaret sebagai inspirasi dalam hidup berkeluarga.
Semoga Tuhan Yesus, Bunda Maria, dan Bapa Yusuf memberi kita kekuatan dan kebijaksanaan untuk menjalani kehidupan keluarga yang penuh cinta dan kebersamaan. Keluarga Kudus Nazaret adalah model dan teladan bagi setiap keluarga Kristiani, kapan dan di mana pun mereka hidup, apa pun latar belakang serta status sosial mereka. Peran dan panggilan keluarga dewasa ini patut meneladan Keluarga Kudus Nazaret ini. Sebagai keluarga Kristiani, keluarga kita harus selalu dijiwai dan disemangati oleh teladan Yesus, Bunda Maria, dan Bapa Yusuf.
“Tuhan, tuntunlah kami dalam menghadapi tantangan hidup berkeluarga yang makin kompleks ini. Semoga kami tidak kehilangan arah, tetapi selalu dapat menimba kekuatan dari keluarga kudus-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

