“Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya” (Yoh 20: 8).
Hari ini kita memperingati pesta Santo Yohanes Penginjil, yang sering kita kenal sebagai murid yang dikasihi Yesus, salah satu murid yang dekat dengan Yesus. Arti nama ‘Yohanes’ adalah Allah berkenan, Allah yang Merahimi, Allah yang berbelas Kasih. Tidak heran, jika Yohanes sendiri selalu merasa dikasihi dan dicintai oleh Yesus Sang Guru.
Kasih Yesus yang dirasakan oleh sang Pengarang Injil ini membuat dia jadi murid yang paling setia, bahkan berani mengikuti Sang Guru sampai ke gunung Kalvari dan mendampingi Bunda Maria sampai di bawah kaki salib Yesus. Kasih Sang Guru membuat dia percaya akan peristiwa kebangkitan hanya dengan melihat kubur yang telah kosong.
Peristiwa Natal yang baru kita rayakan adalah peristiwa kasih Allah pada manusia. Allah sendiri turun jadi manusia, hidup dan tinggal bersama manusia, bahkan menanggung kelemahan setiap manusia, hanya tidak berbuat dosa. Allah jadi begitu dekat dengan manusia, bahkan jadi kurban penebusan bagi dosa manusia.
Marilah kita senantiasa percaya, bahwa kita dicintai oleh Allah, karena Ia telah lahir untuk kita semua.
Sr. M. Sesilia L., P. Karm
Sabtu, 27 Desember 2025
1 Yoh 1: 1-4 Mzm 97: 1-2.5-6.11-12 Yoh 20: 2-8
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

