“Apa yang telah kami lihat dan dengar, itulah yang kami wartakan kepadamu.”
Kami bersukacita merayakan Pesta Santo Yohanes, Rasul yang Allah kasihi. Melalui dirinya, Allah mengundang kami bukan sekadar mengenal Yesus, melainkan masuk ke dalam persekutuan hidup dengan-Nya. Yohanes tidak berbicara sebagai pengamat dari kejauhan; ia mewartakan yang telah didengarnya, dilihatnya dengan mata sendiri, dan yang telah disentuh oleh tangannya: Sang Sabda Kehidupan yang jadi manusia.
Dalam suratnya, Yohanes menuntun kami ke inti iman: Yesus sungguh nyata, hidup, dan hadir. Ia bukan sekadar gagasan atau kenangan, melainkan Hidup Kekal yang ada bersama Bapa dan kini dinyatakan kepada kami. Berjumpa dengan-Nya berarti ditarik masuk ke dalam persekutuan bersama dengan Allah Bapa dan sesama agar sukacita kami menjadi penuh.
Mazmur hari ini menggema dengan seruan penuh kegembiraan: “Tuhan adalah Raja, maka bumi bersorak-sorai!” Seluruh ciptaan bersukacita, karena terang-Nya telah datang ke dunia. Terang ditaburkan bagi orang benar, dan sukacita bagi orang yang tulus hati. Dalam Kristus, kegelapan tidak lagi berkuasa; kebenaran, hidup, dan kasih bersinar dan tidak dapat dipadamkan.
Dalam Injil, Yohanes berlari menuju kubur yang kosong. Ia melihat tanda-tandanya, dan ia percaya. Iman itu lahir bukan hanya dari bukti, melainkan dari kasih yang mengenali Yang Dikasihi. Kasih yang sama pula, kini mengundang kami untuk percaya, bukan hanya dengan akal budi, melainkan dengan hati yang terbuka untuk kagum dan menyembah.
Bapa, St Yohanes mengajarkan, bahwa iman bertumbuh dalam keakraban dengan-Mu. Berjalan dalam terang berarti hidup dengan jujur di hadapan-Mu, membiarkan kebenaran-Mu memurnikan kami dan kasih-Mu mengubah hidup kami. Ketika kami tinggal dalam persekutuan dengan Kristus, hidup kami sendiri jadi kesaksian, bahwa hidup kekal telah dinyatakan.
Ya, Bapa tariklah kami makin dalam intimasi adorasi. Ajarlah kami untuk bersukacita dalam terang-Mu, berjalan dalam kebenaran-Mu, dan ambil bagian dalam sukacita Injil. Semoga yang kami terima dalam iman itu nyata dalam cara kami hidup, mengasihi, dan memberi kesaksian kepada dunia.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

