“Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat” (Mat 10: 22).
Bacaan-bacaan hari ini sungguh sangat berlainan dengan bacaan yang kita dengarkan kemarin. Bahkan mungkin membuat ktia bertanya, mengapa segera setelah perayaan sukacita kelahiran Yesus Kristus Sang Juru Selamat, kita dihadapkan pada pesta martir yang pertama: Santo Stefanus. Seolah-olah kita dihadapkan pada kenyataan, bahwa kelahiran Kristus ke dunia membawa sebuah malapetaka yang baru, namun apakah memang demikian? Tentu saja jawabannya adalah tidak. Justru sebaliknya, Gereja ingin mengatakan, bahwa kelahiran Kristus memberikan kehidupan kekal bagi mereka semua yang percaya kepada-Nya.
Percaya kepada Yesus Kristus Sang Putra Allah yang jadi manusia itu menuntut sebuah iman yang radikal. Percaya kepada-Nya berarti menjadikan Dia yang utama dan terutama dalam hidup kita, sekaligus jadi taat dan setia di tengah-tengah mereka semua yang mungkin saja tidak suka dan membenci kita. Meskipun demikian, kita harus tetap yakin dan percaya, bahwa sukacita kelahiran Kristus akan jadi kekuatan bagi kita semua dalam menghadapi tantangan hidup, karena kelahiran Kristus adalah pengharapan kita pada hidup yang kekal.
Sr. M. Ellen, P. Karm
Jumat, 26 Desember 2025
Kis 6: 8-10; 7: 54-59 Mzm 31: 3-4.6.8.16-17; Mat 10: 17-22
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

