Hari ini Gereja memperingati Santo Stefanus, orang pertama yang meraih mahkota martir, karena imannya kepada Kristus.
Yesus memperingatkan para Rasul-Nya, bahwa mereka akan menghadapi kesulitan dan penderitaan, ketika mereka mengemban misi-Nya (Mat 10: 17-22). Santo Stefanus adalah contoh bagi kita dalam menghadapi penderitaan dan kesulitan demi iman.
Kita diajak untuk memahami dan menimba keberanian dari kata-kata ini, “Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Namun, orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan diselamatkan.” Santo Stefanus adalah saksi nyata, bahwa jalan mengikuti Kristus tidak selalu mudah. Ia dihadapkan pada penentangan, penganiayaan, dan akhirnya kematian. Stefanus membuktikan, bahwa ia telah setia pada imannya. Ia berdiri teguh, walaupun menghadapi pengadilan yang tidak adil dan pembunuhan yang kejam.
Dari Santo Stefanus kita belajar bahwa jadi saksi Kristus berarti kita mungkin menghadapi penentangan, bahkan dari orang-orang terdekat kita. Namun, Yesus mengingatkan kita, untuk tidak perlu khawatir atau takut kepada apa yang akan kita katakan atau bagaimana kita akan menghadapi pengadilan. Sebab Roh Kudus akan memberikan kepada kita kekuatan dan kata-kata pada saat yang tepat.
“Tuhan, tambahkanlah selalu iman, harapan, dan kasih kami kepada-Mu. Semoga kami selalu mampu mewartakan kehadiran-Mu ke mana pun kami melangkah dan di mana pun kami berkarya. Amin.”
Ziarah Batin

