Saya mempunyai beberapa sahabat muda di kampus, ada yang dosen dan ada dari bagian lain. ‘Tim saling menolong’, namanya. Salah satu dari mereka pagi ini akan ke rumah, karena sore akan mudik. Dia teman Moslem muda yang ingin silaturahmi ke seniornya. Hadir langsung!
Dahulu, Tuhan hadir dalam rupa manusia, karena ingin merasakan apa yang kita rasa, maka “menjadikan diri-Nya milik kita” agar kita tidak lagi asing di hadapan-Nya.
Kini, saat kita hadir berbela duka atau berbagi tawa dengan sesama, kita sedang meneruskan mukjizat yang sama. Kita saling memiliki, karena Tuhan lebih dulu memiliki kita. Inilah yang membuat Natal selalu ngangeni: ia adalah momen singkat di bumi di mana dunia yang asing ini mendadak terasa seperti keluarga besar yang saling menemukan jalannya untuk pulang. Selamat mudik dan menemukan lagi damai dalam kehadiran nyata.
Salam sehat. Selamat Natal. Hadir membawa damai.
Jlitheng

