“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yg bijaksana” (Maz 90: 12).
Bagiku, Natal adalah Tuhan hadir dalam hidup kita, memberi daya kekuatan baru untuk menjalani masa yang sulit ini. Dia adalah Imanuel yang selalu hadir beserta kita. Kita terpanggil untuk meneruskannya dengan cara hadir bagi sesama. Natal dari ‘natus’ artinya lahir dan hadir untuk berbagi.
Kami ini sudah tua atau kami masih sangat muda.
Bagi seorang atlit, usia 30an itu sudah disebut tua. Di usia itu mereka sudah memasuki masa transisi. Sebaliknya, di bidang Politik, usia 30an masih disebut terlalu muda.
Bsgaimana Anda saat ini? Lebih disebut tua atau muda? Ada yang usianya 40an, tapi dianggap sudah tua, namun ada juga orang yang meski sudah berusia 60an, tapi masih disebut muda, berjiwa muda.
Apakah sebenarnya ‘tua atau muda’ itu? Ralph W. Emerson mengatakan, “Kita tidak menghitung usia seseorang sampai ia tidak lagi mempunyai sesuatu yang dapat dihitung.” Artinya, selama dia masih dapat: melakukan sesuatu, menghasilkan satu karya, memberikan pengaruh baik bagi sekitarnya, maka orang itu selalu ‘ada’.
Tua atau muda itu tidak ditentukan berapa tahun sudah hidup di bumi ini. Seorang Kakek yang masih dapat memberikan sesuatu bagi orang lain di anggap lebih muda daripada seorang pemuda penganggur yang hanya membebani orang lain, dan hidupnya tidak memberi kontribusi apa-apa.
Maurice Chevalier berkata, “Usia tua yang bermutu adalah buah usia muda yang didayakan dengan baik.”
Natal ini hanya akan ada makna, jika hidup ini dibagikan. Jiwa ini disumbangkan. Roh ini dinyalakan untuk memberi terang di sekitar kita.
Tua atau muda itu bukan soal jumlah tahun, melainkan tentang buah yang kita hasilkan dan seberapa banyak kita bagikan.
Salam sehat.
Jlitheng

